Queen Victoria Market
Queen Victoria Market

Ga terasa sudah hampir seminggu saya berada di benua Australia, tepatnya di Melbourne. Hari keenam, kami akan mengeksplor kembali wisata kota Melbourne, sebuah kota yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan kuno yang terawat dengan baik dan taman-taman yang asri.

Pagi hari itu, kami berangkat dari Springvale menuju Queen Victoria Market yang berada di tengah kota Melbourne. Sekitar setengah jam perjalanan kami dari Springvale menuju Melbourne.

Hari 6. Queen Victoria Market, Brighton Beach dan Chadstone Mall

Sampai di Queen Victoria Market kami masuk ke area yang menjual aneka souvenir bertema Australia, mulai dari gantungan kunci, kaos, jaket dan aneka souvenir lain dengan tulisan Australia ataupun gambar kangguru yang adalah maskot negara ini.

Inside Queen Victoria Market
Inside Queen Victoria Market

Queen Victoria Market yang berdiri diatas lahan 7 hektar mempunyai beberapa area sesuai dengan jenis barang yang dijual. Ada area yang menjual khusus daging, sayuran, souvenir dan buah-buahan. Karena cukup luas dan waktu yang tersedia tidak terlalu banyak maka kami hanya melewati area souvenir dan sayuran. Yang pasti kalau kita belanja di Queen Victoria Market maka kita harus pintar menawar agar mendapat harga yang sesuai. O ya, yang perlu diingat jika kita melihat-lihat souvenir di pasar ini kadang ada pedagang yang kurang bersahabat dengan pembeli. Waktu itu kami bermaksud membeli kain meteran, baru saja kami melihat-lihat dan merasakan bahan dari kain tersebut malah sudah diomelin oleh pedagangnya , “kalau cuma untuk lihat-lihat saja dan tidak membeli jangan disini”.

Souvenir Stall
Souvenir Stall
Shopping at The Market
Shopping at The Market

Di Queen Victoria Market juga banyak jajanan yang dijual dan juga beberapa musisi jalanan yang di siang bolong sudah main *mungkin karena di musim gugur, udara siang hari tidak panas seperti di Indonesia.

Musician at The Market
Musician at The Market

Lepas dari Queen Victoria Market, hari sudah jelang tangah hari dimana waktunya buat kami mencari makan siang di sekitar Queen Victoria Market. Pilihan kami jatuhkan ke resto Pondok Rempah yang menjual menu makanan Indonesia. Di Australia, makanan ala Indonesia bisa dihargai lebih mahal sebagai contohnya: untuk nasi uduk saja kami membayar lebih dari IDR 100ribu, begitu juga menu soto ayam. Secara porsi memang lebih besar jauh hampir dua kali lipat porsi di Indonesia, tapi untuk rasa masih enak di Indonesia. *ya iyalah asli menu makanan kan dari sini.

Puas kami makan siang, sudah sekitar jam 2an maka kami melanjutkan perjalanan ke Brighton Beach untuk melihat-lihat Bath Boxes dan tentunya berfoto-foto. Menuju ke Brighton beach, kami melewati pantai St. Kilda dimana saya lihat rumah-rumah yang mewah berdiri disepanjang jalan raya St. Kilda.

Sampai di Brighton Beach suasana sudah cukup ramai, banyak orang yang berfoto-foto bersama dengan teman dan keluarga. Ada pula beberapa fotographer professional yang sedang mengambil foto pre-wed disini. Memang Brighton Beach adalah salah satu spot pre-wed yang digemari di Melbourne.

Brighton Beach
Brighton Beach
Bath boxes at Brighton Beach
Bath boxes at Brighton Beach
Bathing Boxes
Bathing Boxes

Hari pun sudah jelang sore hari dimana akhirnya kami memutuskan untuk pulang menuju Springvale tepatnya ke Chadstone Mall. Di Chadstone kami hanya window shopping dan membeli titipan saudara untuk beli obat ber-merk Blackmore yang di Australia harganya lebih murah daripada di Indonesia.

Hari ke 7. Degraves Street, Hosier Lane, Old Gaol Melbourne dan Dessert Story

Hari terakhir sebelum esok hari kami pulang ke Indonesia. Hari ini rencana kami akan makan malam bersama dengan keluarga teman kakak saya.

Di Australia, sudah menjadi budaya disana untuk saling mengundang untuk makan malam dan berbincang agar makin akrab. Apalagi buat warga Indonesia, hal ini menjadi obat kangen bisa berbincang dengan bahasa Indonesia.

Berhubung Mama hari itu rencana menyiapkan makanan maka saya, istri dan Papa saya pergi ke tengah kota Melbourne untuk kembali mengeksplor kota.
Tujuan pertama kami adalah Degraves Street yang direkomen oleh kakak saya untuk mencari makan pagi buat kami. Dan benar saja, saya sangat menyukai suasana Degrave Street dimana terdapat banyak cafe dan resto kecil di kanan kiri di sepanjang Degraves Street.

Degraves Lane
Degraves Lane

Untuk menemukan Degraves Street sangat mudah, kita tinggal menuju Flinders Street Station menyeberang ke arah St. Paul Cathedral lalu berjalan ke arah kiri untuk menyerang lagi. Degraves Street berada di salah satu gang disebelah kanan kita.

Disana kami memutuskan makan di Degraves Espresso karena hari itu cukup ramai. Cukup ramai berarti makanannya enak *cukup simple bukan.. hehe. Dan benar aja disini buat saya yang paling rekomen adalah menu hot chocolate nya. *enak bangettt

Degraves Espresso
Degraves Espresso
Hot Chocolate
Hot Chocolate

Setelah mengunjungi Degraves Street maka kami lanjut ke Hosier Lane dimana disana banyak mural yang memenuhi dinding gang Hosier dan menjadi spot menarik buat berfoto.

Walk at Hosier Lane
Walk at Hosier Lane
Hosier Lane and Me
Hosier Lane and Me
Mural at high rise building
Mural at high rise building

Puas kami berfoto di Hosier Lane kami berjalan menuju ke Old Gaol Melbourne dimana dulunya disini berdiri penjara yang digunakan untuk memenjarakan banyak pejahat yang cukup terkenal di negeri ini. Ned Kelly adalah salah satu orang yang terkenal dimasanya sebagai layaknya ‘Robin Hood’.

Untuk masuk Old Gaol Melbourne saya membayar AUD 25 dimana termasuk dengan tur lokal yang dipandu oleh seorang petugas polisi wanita *sebenarnya agak ragu dia beneran polisi atau tidak 🙂

Old Gaol Melbourne
Old Gaol Melbourne
Inside Old Gaol Melbourne
Inside Old Gaol Melbourne

Di tur lokal itu kita akan diajak melihat suasana kantor polisi dan penjara beneran yang pernah dipakai. Kita akan diajak masuk ke dalam ruang tahanan yang hanya tersedia kursi kayu panjang untuk 30 orang dan hanya ada 1 toilet tanpa sekat atau pintu yang dipakai bergantian. *ya iyalah masa pakai bersama mana muat…

Satu pengalaman baru saya bisa mengunjungi penjara di Melbourne. Jadi tahu suasana penjara itu seperti apa.

Selesai kami mengujungi Old Gaol kami pun pulang ke Springvale menggunakan jaringan kereta Metro untuk bersiap makan malam hari itu.

Gaol Melbourne Tour
Gaol Melbourne Tour
Park at Old Gaol Melbourne
Park at Old Gaol Melbourne

Sampai di Springvale Station, kami masih berkesempatan mencicip Dessert Story rekomendasi dari kakak ipar saya. Dan rasanya memang enak banget. *harus dicoba…

Dessert Story Springvale
Dessert Story Springvale
Dessert Story Ice
Dessert Story Ice
Mango Ice
Mango Ice

So, malam hari itu kami makan malam di rumah bersama keluarga Mas Guntur. Sebuah makan malam dengan suasana hangat untuk mengakhiri kunjungan kami di Australia untuk pertama kali.

Family Gathering
Family Gathering

Ke esokan harinya kami pun bangun dan bersiap ke bandara untuk pulang ke Indonesia. Satu pengalaman yang menarik di kunjungan pertama kami di Australia, negara di benua baru yang bersih, santai dan dipenuhi dengan bangunan lama yang masih terawat baik serta tentunya pesona alam yang mempesona untuk nanti suatu hari kami kunjungi lagi.

Front of St. Paul Cathedral
Front of St. Paul Cathedral
Itinerary Melbourne – Hari 6 dan 7

Leave Your Commentary

Translate »