andre-hKadang kita manusia melewatkan beberapa hal menarik yang terlalu sederhana dan dianggap remeh. Kadang kita fokus ke hal yang besar dan cenderung lebih ruwet dan susah untuk dipikirkan. Travelling juga ada miripnya dengan hal itu. Saya yang kebetulan ‘menabiskan diri’ jadi travel blogger cuma gara-gara suka nulis sempat juga bertanya-tanya dalam hati ketika memulai menulis, “Kira-kira apakah ga pernah habis tuh bahan buat ditulis? Emang ga pernah habis tempat untuk dikunjungi? Bagaimana kalau semua tempat *yang affordable* udah saya kunjungi dan sekarang have no spare money to visit new place?

Namun, pada akhirnya saya sadar bahwa memang keraguan seperti itu akan hilang ketika kita memulainya. Seiring saya sudah memulai menulis mengenai tempat-tempat yang saya kunjungi maka pikiran ini akan terus mencari bagaimana membuat untuk menulis ini long lasting. Saya akhirnya belajar dari mulai menulis beberapa hal yang detil yang bisa dipecah menjadi beberapa artikel dibanding diceritakan secara umum di sebuah artikel. Lalu kemudian hari, saya juga belajar bagaimana akhirnya saya memutuskan bukan cuma menulis tentang tempat wisata tapi juga tempat makan yang menarik. Yang pada akhirnya semua itu ujungnya membuat saya mempunyai banyak materi untuk tetap ‘survive’ menulis tentang apa yang saya lihat, rasakan, makan, minum, hirup dan sebagainya.

Lebih lagi kadang yang namanya tempat dolan buat kita menyegarkan pikiran banyak yang letaknya di sekitar kita. Ambil contoh saja saat ini saya tinggal di sekitaran Jakarta, maka ada banyak tempat yang bisa dikunjungi yang kadang terlewat oleh kita, misal: Taman Bunga Nusantara yang koleksi tanamannya sangat beragam *yang pasti temukan waktu yang pas karena kalau ngga maka kita akan kepanasan ketika berada disana*, tempat lain seperti daerah Pecinan yang kalau diluar negeri dibilang Chinatown yang letaknya di kawasan Glodok – Kota dimana banyak hal menarik yang bisa kita temui dari mulai makanan, vihara yang dengan bebas boleh kita kunjungi untuk mengambil foto, atau ada juga beberapa resto lama yang berada di Jakarta yang sangat rekomen untuk kita kunjungi.

Tempat lain yang bisa kita kunjungi ketika berada di Jakarta dan sekitarnya misal adalah sederetan museum dengan koleksi unik masing-masing misal: Museum Sejarah Jakarta, Museum Prasasti, Museum Nasional, Museum Purna Bakti *yang berisi koleksi barang berseni tinggi dari mantan keluarga Presiden Indonesia kedua atau ada juga museum yang kadang warga sekitarnya tidak pernah tahu bahwa ada museum itu misal Museum Basoeki Abdullah yang adanya di Fatmawati *dimana beberapa teman saya bahkan tidak tahu kalau ada museum di sekitaran Fatmawati.

This slideshow requires JavaScript.

Tempat lain yang rasanya juga warga Jakarta beberapa ada yang belum mengunjunginya adalah Kebun Binatang Ragunan termasuk didalamnya pusat primata Schmutzer yang koleksi primatanya sangat beragam. Mungkin saya akan bertanya, “Berapa dari kita warga sekitaran Jakarta sudah pergi ke kebun binatang Singapore Zoo namun malah belum pernah ke Kebun Binatang Ragunan?”

Travelling kadang tidak perlu selalu yang jauh. Jika kita cukup jeli dan rajin mencari informasi maka ternyata banyak tempat wisata yang dekat dengan tempat tinggal kita yang bisa kita datangi. Sama dengan hidup kadang apa yang berharga buat hidup ternyata cukup sederhana dan dapat kita temukan disekitar kita. Berbagi tawa dengan keluarga atau teman terdekat, menemukan dan melakukan apa yang jadi hobby kita, mengunjungi beberapa tempat yang menambah pengetahuan kita seperti ke museum atau ke tempat baru yang belum pernah kita kunjungi ataupun hanya sekedar mencicipi makanan di resto yang belum pernah dikunjungi… *tetep ujungnya makanan ya kalau saya…hehehe

[Backpack Series – Part 4] Kadang Dolan Cukup Ke Tempat Yang Dekat
Tagged on:                 

2 thoughts on “[Backpack Series – Part 4] Kadang Dolan Cukup Ke Tempat Yang Dekat

  • December 7, 2015 at 2:30 pm
    Permalink

    Iya mas,,,, Travelling yang dekat – dekat saja, hehehe,,,, biasanya yang dekat terlewatkan soalnya udah memikirkan yang jauh dulu

    Reply
    • December 7, 2015 at 2:31 pm
      Permalink

      Hehe… Yupe… Yang dekat banyak yang indah

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »