Perjalanan tidak harus selalu bepergian karena hidup itu sendiri adalah perjalanan. Teringat saya dengan film berjudul Up yang bercerita tentang petualangan seorang kakek yang dimulai dari cita-cita masa kecil untuk menemukan air terjun yang dinamai Paradise Falls. Beberapa orang menyebut Paradise Falls di film tersebut terinspirasi dari air terjun bernama Angel Falls yang letaknya di negara Venezuela. Sekilas memang mirip bentuk dari air terjun Angel Falls dengan air terjun yang digambarkan di film Up.

Tapi bukan perjalanan sang kakek bersama bocah berseragam pramuka yang lucu bernama Russel yang saya ingin bahas kali ini. Tapi tentang adegan dalam film tersebut yang cukup menyentuh ketika sang kakek menemukan sebuah tulisan istrinya di album foto mereka berdua, “Thanks for the adventure. Now go have a new one! ~ Love, Elly.

Hidup pastinya adalah sebuah perjalanan yang lebih panjang dari kisah travelling manapun. Hidup adalah perjalanan tanpa henti menemukan kejutan-kejutan yang membuat kita menjadi lebih bijak semestinya. Dan terkadang dalam hidup sendiri ada waktu dimana perjalanan itu adalah menunggu untuk suatu petualangan yang baru.

Seperti kali ini saya dan istri yang sedang menjalani program hamil. Cukup lumayan memakan waktu hampir lebih dari 2 tahun dan sudah berpindah ke beberapa dokter, maka kali ini keputusan untuk menempuh ICSI treatment atau dikenal di Indonesia dengan salah satu metode bayi tabung sudah cukup dekat. Setelah mengalami beberapa kegagalan baik ketika metode inseminasi dilakukan lalu percobaan yang gagal saat dilakukan bayi tabung pertama kali, maka kali ini langkah itu sudah cukup dekat.

Hari ini setelah sel telur istri diambil maka kami menunggu untuk lanjutan metode ini beberapa hari ke depan. Hal ini tentunya menjadi sebuah “A New Hope” buat kami dan keluarga. Dan bagi saya dan istri tentu ini menjadi babak baru perjalanan hidup dan juga pengalaman menunggu pemeriksaan dokter obgin yang berbeda. Semoga next-nya kami dapat mengantri pemeriksaan obgin dengan detak hidup yang baru di dalam perut istri.

Sebagaimana sebagian dari pembaca tahu menunggu pemeriksaan dokter obgin lebih sering lamanya daripada cepetnya. Pernah satu kali, kami menunggu di dokter obgin selama 5 jam dan baru diperiksa pukul 11.30 malam. Dan penantian itu juga sejalan dengan besar biaya yang keluar dalam pemeriksaan *iseng-iseng saya fotoin mba-mba cantik di bagian kasir yang membantu pembayaran setelah pengambilan sel telur . Namun, kini seiring dengan kemajuan treatment yang kami jalani maka besarnya biaya yang sudah keluar pada masa sebelumnya menjadi tidak penting. Kami berfokus kepada perjalanan ke depan yang semoga akan segera terjadi yaitu mempunyai anak.

Mba mba cantik petugas Rumah Sakit
Mba mba cantik petugas Rumah Sakit

Bagi kita yang mungkin belakangan jarang bepergian karena mungkin ada fokus salam kehidupan masing-masing maka selalu ingat bahwa hidup yang kita jalani sekarang adalah perjalanan itu sendiri. Warnai perjalanan itu dan syukuri karena perjalanan hidup yang kalian punya mungkin adalah perjalanan yang diidamkan oleh orang lain

Hidup adalah Perjalanan

2 thoughts on “Hidup adalah Perjalanan

  • January 4, 2018 at 2:20 pm
    Permalink

    Selalu bahagia dmn saja
    Kpn saja

    Reply
    • January 4, 2018 at 2:21 pm
      Permalink

      Ya betull

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *