Malioboro-St
Malioboro-St

Saya selalu ingat saat pagi hari sekitar jam 9 sudah sampai di Stasiun Tugu dan berjalan menyusuri jalan Malioboro yang sedang berias dengan segala dagangan dan makanan yang akan dijual sepanjang jalan Malioboro. Suasana masih sepi dan nyaman untuk berjalan di sepanjang jalan ini. Sampai di Pasar Beringharjo saya biasanya bersantap pagi nasi pecel tradisional lengkap dengan bakmi dan tempe goreng serta teh manis sebagai pelengkap. Sungguh nikmat rasanya dan menjadi sebuah momen yang selalu saya rindukan ketika saya kembali ke ibukota untuk kembali bekerja.

Memang tak bisa disangkal bahwa Malioboro telah menjadi ikon kota Jogjakarta. Namun, tahukah Anda bahwa Jogja tidak hanya Malioboro. Masih banyak tempat wisata dan makanan yang sangat recommended untuk dikunjungi. Seperti kawasan Kaliurang, Candi Prambanan, pantai-pantai di selatan Jogja dan lain-lain. Kali ini saya akan menuliskan itinerary yang mungkin kalian bisa pakai atau setidaknya menjadi inspirasi ketika mengunjungi kota ini. Itinerary ini akan saya mulai dari yang standard sampai yang jarang dikunjungi.

Hari 1. Belanja di Jogja

Saya perkirakan Anda sampai di kota Jogja sekitar jelang siang hari. Maka yang paling cocok rasanya adalah berkunjung ke Malioboro terlebih dahulu. Namun, hari ini cobalah berfokus untuk belanja terlebih dahulu. Kenapa saya pilihkan untuk belanja? Karena Malioboro adalah pusatnya oleh-oleh khas Jogja. *tentunya ada tempat lain yang menjual oleh-oleh berbeda khas Jogja* Tapi ingat untuk menghemat karena ini adalah hari pertama sampai di kota ini. O ya, saran saya Anda telah menyewa mobil lengkap dengan sopir untuk mengantar Anda selama berada di Jogja.

Inside Mirota Batik
Inside Mirota Batik

Sampai di Malioboro, Anda akan melihat pedagang-pedagang yang menjual bermacam barang, mulai dari pakaian, batik, aksesoris, buku bekas, dll. Dan biasanya harganya miring dan masih bisa ditawar hingga 50% *ingat ya untuk menawar setengah harga terlebih dahulu, baru Anda naikan sesuai minat Anda akan barang tersebut. Namun, saran saya ada baiknya Anda berkunjung dahulu ke toko-toko yang lumayan besar dan sudah lama dikenal sebagai ikonnya Malioboro. Sebut saja Mirota Batik, Batik Terang Bulan, Danar Hadi dan beberapa toko besar yang telah lama berdiri. Dengan Anda mengunjungi tempat-tempat itu Anda akan mempunyai perbandingan untuk harga dan kualitas dari barang yang dijual pedagang-pedangang kecil di sepanjang jalan Malioboro. Harga boleh miring namun pasti kualitas juga beda. *ingat hal ini ya*

Di hari pertama berbelanja di daerah Malioboro, cobalah untuk mengunjungi suatu resto yang telah lama berdiri di kawasan ini yaitu Pempek Ny. Kamto. Ya memang terdengar aneh untuk makan pempek Palembang di Jogjakarta. Namun, Anda akan merasakan pempek dengan rasa khas Jogja bukan rasa pempek Palembang yang patut dicoba.

Jika Anda ingin membeli bakpia yang menjadi khasnya kota Jogja, maka silahkan Anda menuju kawasan Pathuk yang berada tidak jauh dari jalan Malioboro yang dekat dengan alun-alun/kraton Jogja atau benteng Vredenburg. Tips dari saya, jangan lupa untuk menawar jika ditawarkan transportasi becak. Jika tidak menawar biasanya Anda akan merasa sayang karena terkadang lokasi yang dituju cukup dekat namun biayanya mahal.

Di hari pertama ini, puaskan diri Anda menikmati kehangatan Malioboro dan berbelanja oleh-oleh khas Jogja. Di sore hari, Anda bisa mencari beberapa kuliner yang cukup terkenal di Jogja seperti: Banyu Mili Resto, West Lake Resto, Pelem Golek Resto, Mang Engking Resto atau Mbah Jingkrak. Namun, jika Anda ingin kuliner tradisional maka Anda bisa mencoba pusat jaringan resto Ayam Goreng Suharti, Ayam Goreng Kalasan Mbok Berek atau beberapa resto Gudeg seperti Yu Djum, Gudeg Ibukota, Restoran Cina yang cukup lama ada yaitu Tio Ciu atau Anda juga bisa berkunjung restoran unik Warung Makan Raminten. Ada juga jika Anda ingin makan di resto yang telah biasa Anda temui di kota besar lainnya seperti: Bumbu Desa, Bong Kopitiam, Oey Kopitiam dan resto-resto yang ada di Malioboro Mal atau di Ambarukmo Plaza. Jika Anda ingin menikmati ice cream gelato ala Italia maka Anda bisa mencoba Artemi di kawasan Poncowinatan.
Di malam hari Anda mempunyai pilihan untuk berjalan-jalan di Malioboro lagi atau berjalan-jalan di sepanjang Jalan Solo *ya memang begitu sebutannya… šŸ™‚ Saran saya jangan terlalu capek karena di hari kedua Anda akan berkeliling ke beberapa tempat.

Hari 2. Wisata Budaya di Jogja

Dimulai pagi hari, Anda akan mengunjungi kawasan Kraton Jogja. Di kawasan kraton ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi. Pertama, biasanya Anda akan mengunjungi pendopo kraton atau pintu gerbangnya kraton Jogja. Selanjutnya Anda akan berpindah lokasi ke museum kereta Jogjakarta *Anda akan melihat beberapa kereta kencana milik keluarga Kraton Jogja*. Selanjutnya Anda akan masuk ke halaman tengah Kraton yang berisi koleksi-koleksi keluarga Kraton. Anda juga bisa mencoba berjalan diantara dua pohon beringin yang ada di alun-alun Jogja dengan mata tertutup yang konon orang yang bisa berjalan diantara dua pohon tersebut maka akan terkabul keinginannya.

Saya perkirakan Anda keluar dari kawasan Kraton ini jelang siang hari. Anda bisa punya pilihan untuk makan siang terlebih dahulu atau melanjutkan perjalanan menuju kawasan Taman Sari dan Sumur Gumuling. Taman Sari terletak tidak jauh dari Kraton. Di tempat ini Anda akan melihat tempat pemandian para putri jaman dahulu. Dan jangan lupa untuk berjalan kaki menuju Sumur Gumuling. Tempat ini dulunya adalah sebuah masjid dengan desain yang unik. Serta jangan lupa menuju reruntuhan sebuah benteng yang ada di atas sebuah bukit.

Puas dengan wisata di sekitar kawasan Kraton dan makan siang disekitar tempat tersebut, Anda bisa menuju ke kawasan Candi Prambanan yang terletak di pinggiran kota Jogjakarta. Disini Anda bisa melihat kemegahan candi Prambanan dan kawasan Candi Sewu yang berada tak jauh dari Candi Prambanan. Setelah dari Candi Prambanan mungkin sekitar jam 3 sore, Anda bisa menuju candi Plaosan yang terletak tak jauh dari candi Prambanan.

ramayana-show-prambanan
ramayana-show-prambanan

Perjalanan hari kedua akan berakhir di kawasan Candi Ratu Boko di sekitar jelang malam, sekitar jam 5 atau 6 sore. Disini Anda bisa bersantap makan malam dan berfoto di kawasan yang eksotis serta melihat kota Jogja dari ketinggian.

Hari 3. Kawasan Kaliurang

Di hari ketiga, bisa jadi Anda akan sedikit letih dan capek setelah hari sebelumnya berkunjung di beberapa tempat. Maka di hari ketiga ini Anda bisa menuju ke kawasan Kaliurang yang identik dengan kawasan Puncak. Di kawasan ini, Anda bisa mengunjungi museum Merapi yang mengingatkan kita betapa dahsyatnya letusan Merapi yang terakhir. Lalu Anda juga bisa menuju kawasan Taman Bermain tradisional yang cocok untuk anak-anak atau ke kawasan museum Ullen Sentalu yang sangat unik. Bagi saya, yang sangat recommended dikunjungi adalah museum Ullen Sentalu yang menurut saya adalah museum nomor 1 di Indonesia karena sangat terkonsep dan baik dalam penataan.

Inside Boukenhof
Inside Boukenhof
Boukenhof Resto
Boukenhof Resto

Jika Anda kesini jangan lupa untuk berkunjung ke restoran Boukenhoff yang kuno dan romantis untuk sekedar minum kopi atau bersantap makan. Di kawasan Kaliurang sendiri ada 3 tempat makan yang menjadi ikon kawasan ini: Jadah Mbah Carik *warung makan yang sudah sangat lama*, Warung Sate Pak Parto *yang ini enak banget* atau kawasan pasar di Kaliurang yang banyak menjual aneka makanan khas daerah ini, seperti sate kelinci atau jadah atau wajik.

Kaliurang
Kaliurang

Jika Anda tidak begitu suka wisata budaya ke museum maka Anda bisa mencoba Lava Tour yang akan membawa Anda berkeliling ke tempat yang dulunya pemukiman penduduk sebelum akhirnya di luluh lantakan oleh letusan Gunung Merapi dengan menggunakan mobil jeep *biayanya sekitar Rp. 200 ribu per mobil.

Sekitar sore hari, Anda bisa kembali menuju ke kota Jogja atau kalau Anda ingin bermalam juga bisa karena banyak villa yang disewakan di kawasan ini.

Yogyatourium Dagadu
Yogyatourium Dagadu

Di malam harinya Anda bisa berkunjung ke toko kaos khas Jogjakarta, Dagadu yang tersebar di beberapa tempat *berhati-hatilah untuk mengunjungi toko yang menjual produk Dagadu yang asli, salah satunya di kawasan Pakuningratan yang cukup unik konsep tempatnya. Di malam hari beristirahatlah yang cukup untuk esok hari pergi ke pantai-pantai yang ada di selatan Jogjakarta.

Hari 4. Mengunjungi Pantai-Pantainya Jogjakarta

Di hari ke empat ini silahkan Anda memuaskan diri untuk berkunjung ke beberapa pantai yang ada di selatan Jogja. Dimulai dari Pantai Parang Tritis, Parang Kusumo, Baron, Krakal, Indrayani, Ngobaran, Ngrenehan dan lain-lain. Saat ini banyak sekali pantai-pantai yang berada di selatan Jogjakarta. Tinggal Anda mau mengunjungi yang mana. Yang pasti di hari ini, Anda akan seharian bermain di pantai. Alternatif lain tempat wisata di selatan Jogja adalah air terjun Sri Gethuk.

Kejawan Temple at Ngobaran
Kejawan Temple at Ngobaran
Ngobaran Beach
Ngobaran Beach

Hari 5. Wisata/Kuliner alternatif Jogjakarta

Jika Anda masih ada waktu untuk berada di kota ini beberapa wisata/kuliner alternatif yang cocok dikunjungi adalah sebagai berikut:

a. Wisata Anak di Kidz Fun atau Taman Pintar Malioboro
b. Museum Jogja Kembali
c. Taman Pelangi (Lampion)
d. Warung Nasi Pecel SGPC di kawasan Universitas Gadjah Madaa.
e. Air Terjun Sri Gethuk
f. Gua Sipindul
g. Luweng Grubuk

Itinerary Jogja – Wisata se Hari Hari

5 thoughts on “Itinerary Jogja – Wisata se Hari Hari

  • January 6, 2014 at 8:27 am
    Permalink

    mo nambahiiinn,,resto yg Jogja banget Bale Raos letaknya di dalem Keraton Jogja. Makanannya sih (katanya) menu favorit Sultan Hamengkubuwono dan keluarga. Unik2 sih menunya, gw ama nyokap suka banget kalo ke Jogja makan disitu.
    Ada lagi sih namanya Gadri Resto, di Rotowijayan itu punya adiknya Sultan yg kemarin mangkat, tapi kurang enak sih menurut gw šŸ˜€

    Reply
    • January 9, 2014 at 1:43 am
      Permalink

      Thank you infonya šŸ™‚ memang di Jogja banyak resto yang enak tapi belum diekspos di media. So, kadang harus pas dolan ama orang lokal Jogja baru nanti kita tau resto enak yang mungkin belum terekspos di media. šŸ™‚

      Reply
  • November 19, 2015 at 7:28 am
    Permalink

    Siang pak andre kl mau wisata rohani katholik dan budaya di yogjakarta selama 5 hari kmn aja ya? Tx

    Reply
    • November 21, 2015 at 12:50 am
      Permalink

      Beberapa pilihan yang ada mungkin ke Ganjuran (Gereja dengan nuansa candi) dan beberapa Gua Maria seperti di Sendangsono, Sendang sriningsih, Tritis. Saran saya jika 5 hari di Jogja maka 2 hari wisata rohani katolik dan sisanya menikmati wisata budaya Jogja seperti ke kawasan Kraton, Taman Sari dan Malioboro (seharian), lalu ke Museum Merapi dan Ullen Sentalu (1 hari) dan 1 hari terakhir bisa sightseeing kota Jogja sambil bersantai karena pasti cape…

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »