Hong Kong
Hong Kong

Hong Kong, tempat yang sebelumnya saya selalu ingin datangi. Sebuah kota metropolitan yang penuh dengan gemerlap cahaya ketika malam datang, dimana beberapa film Hollywood mengambil scene disana.

Hong Kong; dimana budaya timur dan barat bertemu namun identitas sebagai bangsa di Asia tidak menghilang.

Dan inilah kisah saya di Hong Kong…

Hari 1 – The Peak dan Victoria Harbour

Sampai di Hong Kong mendekati tengah hari, waktu itu kami mencari restaurant di dekat kami di Causeway Bay untuk makan siang kami hari itu. Mak Noodle menjadi resto pilihan kami waktu itu. Sebuah resto yang rekomen untuk dikunjungi ketika berada di Hong Kong. Mak Noodle menyajikan aneka olahan mie yang lezat.

Untuk menuju ke The Peak, maka kami mencoba transportasi lokal. Ternyata beberapa transport lokal di Hong Kong masih tradisional. Maksud saya adalah kita butuh untuk teriak ke sopir jika ingin berhenti di suatu tempat. Dan bahkan beberapa sopirnya tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi benar-benar pertimbangkan apakah menggunakan taxi atau transport lokal ketika ingin ke The Peak. Siapkam juga aplikasi berbasis lokasi agar tidak tersesat.

Seperti ketika saya ke Hong Kong pertama kali, saya tersesat ketika menuju ke The Peak. Beruntung saya tersesat di dekat Hong Kong Park, sehingga masih bisa menikmati hari dan pemandangan yang ada.

Getting Lost in Hong Kong
Getting Lost in Hong Kong
Hong Kong Park
Hong Kong Park

Untuk menuju ke The Peak maka kita bisa menggunakan Hong Kong Peak Tram atau menggunakan mobil yang dapat diparkir di lapangan parkir dekat bangunan The Peak Hong Kong. Kita dapat menikmati The Peak secara gratis dari dek bawah, tapi jika ingin mendapat view 360 kota Hong Kong maka kita bisa ke The Peak Sky Terrace dengan biaya HKD 52. Jangan lupa membawa payung karena di musim panas maka The Peak akang sangat panas ketika siang hari.

Dan untuk mendapatkan diskon tiket masuk The Peak Sky Terrace atau antrian khusus tram maka gunakan kartu Octopus.

The Hong Kong Peak Tram
The Hong Kong Peak Tram

Ketika berkunjung ke The Peak, kita butuh keberuntungan untuk mendapatkan cuaca yang bagus. Terkadang karena cuaca berkabut maka kita tidak bisa mendapat view 360 derajat kota Hong Kong dari ketinggian. Dan juga ingatlah untuk membawa payung ketika berkunjung ke The Peak ketika musim panas karena cuaca bisa sangat panas.

The Victoria Peak
The Victoria Peak
Hong Kong from The Peak
Hong Kong from The Peak
Together at Victoria Peak
Together at Victoria Peak

Awalnya, saya berencana untuk lebih lama di The Peak Sky Terrace agar dapat menikmati matahari terbenam namun sayang waktu sunset masih lama sehingga kami pun turun menggunakan tram untuk mengunjungi tempat wisata berikutnya, The Victoria Harbour.

Victoria Harbour

Victoria Harbour terletak di pulau seberang pulau Hong Kong tepatnya dekat dengan Tsim Sha Tsui. Dulunya disana ada Avenue of Stars dimana cap kaki dan telapak tangan beberapa artis Hong Kong berada di lantai sepanjang Victoria Harbour. Namun, karena sedang ada renovasi maka cap kaki dan tangan itu dipindahkan ke Garden of Stars yang juga berada dekat dengan Victoria Harbour termasuk patung aktor Bruce Lee yang terkenal.

Enjoying Victoria Harbour
Enjoying Victoria Harbour
Victoria Harbour - Symphony of Lights
Victoria Harbour – Symphony of Lights
Victoria Harbour
Victoria Harbour

Mengunjungi Victoria Harbour yang paling tepat adalah menjelang matahari terbenam karena kita bisa menikmati blue hour dan juga Symphony of Lights pada pukul 8 malam dimana lampu-lampu dari gedung pencakar langit menyala mengikuti musik yang dimainkan.

Hari 2 – Central Mid Level Escalator, Central Plaza dan Tsim Sha Tsui

Central adalah salah satu distrik tersibuk di Hong Kong. Dan salah satu hidden gem destinasi wisata di Hong Kong adalah Central Mid Level Escalator. Warga lokal menggunakan Central Mid Level Escalator untuk mempermudah perjalanan mereka ke berbagai tempat karena kontur tanah yang berbukit membuat warga harus susah payah melewati tanjakan di jalanan sebelum eskalator ini diresmikan pada tahun 1993. Eskalator ini sendiri menjadi jaringan eskalator terpanjang di dunia yang ditutup atap. So, jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat ini ketika berada di Hong Kong.

Central Mid Level Escalator
Central Mid Level Escalator
Inclining Central Mid Level Escalator
Inclining Central Mid Level Escalator

Setelah puas menjelajah mid level eskalator ini maka kami menyusuri deretan toko yang menjual souvenir dan barang yang menarik serta resto dibawah eskalator untuk kembali ke stasiun MTR Central.

Central Plaza

Cukup anti-mainstream sebenarnya untuk mengunjungi sky lobby beberapa pencakar langit di Hong Kong. Namun, hal itu cukup menarik dan tidak ada biaya untuk menikmati view kota Hong Kong dari pencakar langit. Salah satunya adalah mengunjungi lantai 46 di Central Plaza. Dari sini kita bisa berkeliling di lantai 46 gedung untuk melihat pemandangan kota Hong Kong dari ketinggian. Namun, ingatlah gedung Central Plaza adalah gedung perkantoran jadi jagalah ketertiban selama berada disana.

Hong Kong from Central Plaza
Hong Kong from Central Plaza

Ada pula pencakar langit Hong Kong yang juga mempunyai sky lobby yaitu gedung One Island East di daerah Quarry Bay yang juga bisa dikunjungi.

Tsim Sha Tsui area

Salah satu area yang terkenal di Hong Kong adalah Tsim Sha Tsui. Disini kita dapat menemukan berbagai toko yang menjual barang yang menarik, mal dan juga resto yang menjual aneka makanan lokal maupun chain resto international. Selain itu jangan lupa mengunjungi juga Kowloon Park yang berada di area ini. Di kunjungan saya kali ini, saya berjalan kaki menyusuri Tsim Sha Tsui sampai ke Mong Kok (Ladies Market). Meskipun cukup jauh namun perjalanan tidak terasa karena banyak hal yang menarik yang dapat dilihat selain jajan food street di area ini.

Mong Kok
Mong Kok
Ladies Market
Ladies Market

Mong Kok sudah lama dikenal sebagai tempat belanja khususnya para wanita. Disini kita harus menawar agar mendapat harga yang cocok. Selain itu, tak jauh dari Mong Kok ada juga Temple Street Night Market. Ketika malam datang maka pasar ini mulai menunjukkan geliat dimana warga lokal maupun turis mengunjungi untuk membeli barang-barang seperti tas, mainan ataupun pakaian.

Temple Street Night Market
Temple Street Night Market

Hari 3 – Ngong Ping, Po Lin Temple dan Yick Cheong Building

Ngong Ping terkenal sejak lama dengan patung Budha dan kuil Po Lin. Turis banyak berdatangan ke Ngong Ping agar “resmi” berkunjung ke Hong Kong. Untuk mengunjungi tempat ini maka kita bisa menempuh perjalanan menggunakan MTR (jaringan kereta listrik di Hong Kong) menuju ke pulau Lantau. Di pemberhentian terakhir menuju kereta gantung Ngong Ping, kita juga dapat mengunjungi Tung Chung City Gate Mall dimana banyak dijual barang branded dengan harga diskon.

Menurut saya waktu yang tepat untuk ke Ngong Ping adalah adalah pagi hari sebelum antrian menjadi penuh dengan orang-orang. Kita bisa memilih kereta gantung yang membawa kita ke patung besar Budha Ngong Ping. Saran saya adalah untuk membeli paket tiket standard dan clear glass sky train dimana kita akan mendapat pengalaman yang berbeda ketika berkunjung ke Ngong Ping.

Ngong Ping Sky Train
Ngong Ping Sky Train
Ngong Ping Glass Sky Train
Ngong Ping Glass Sky Train
Big Budha Statue
Big Budha Statue
At Ngong Ping Big Budha
At Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple From Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple From Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple
Po Lin Temple

Sebenarnya ada tujuan wisata lain ketika berada di pulau Lantau yaitu Hong Kong Disneyland dan Noah Ark resort. Namun, kali ini saya belum mengunjungi kedua tempat itu karena terbatasnya waktu dan mungkin lebih cocok buat pecinta Disney atau wisatawan yang membawa anak kecil.

Kami pun kembali ke pusat kota Hong Kong untuk mengunjungi gedung Yick Cheong dimana tempat ini menjadi terkenal sejak film Transformer 3 mengambil adegan di atap gedung ini.

Yick Cheong Building
Yick Cheong Building

Namun, tetaplah ingat bahwa bangunan ini adalah bangunan apartemen jadi jangan sampai kita menggangu warga yang tinggal di tempat ini.

Hari 4 – Clearwater Bay dan Kowloon Peak

Beruntung bagi saya karena mempunyai sahabat yang tinggal di Hong Kong. Saya kali ini ditemani oleh teman saya, Keith yang mengantar kami menikmati sisi lain Hong Kong, The Clearwater Bay. Clearwater Bay sebenarnya terkenal di kalangan warga lokal untuk menghabiskan waktu weekend bersama teman atau keluarga untuk menikmati barbeque atau sekedar tracking.

Clearwater Bay with Keith
Clearwater Bay with Keith
Clearwater Bay
Clearwater Bay

Di Clearwater Bay, kita dapat menikmati pemandangan laut yang indah dengan udara bersih. Hal ini cukup berbeda dengan suasana pusat kota Hong Kong dimana terasa sesak dengan banyaknya gedung pencakar langit dan apartemen tinggi di setiap tempat.

Setelah menikmati Clearwater Bay, Keith membawa kami menikmati puncak yang lain di Hong Kong yaitu Kowloon Peak. Jika The Peak dipenuhi oleh orang-orang maka Kowloon Peak lebih sepi dan jalanan menuju ke tempat ini masih hijau, udara masih segar dan pemandangan laut masih kadang dapat dilihat dari kejauhan.

Kowloon Peak
Kowloon Peak

Hari 5 – Explore Causeway Bay area

Causeway Bay, Hong Kong adalah salah satu distrik yang dipenuhi dengan jajaran toko, kios makanan dan juga cafe. Di hari terakhir saya di Hong Kong, saya menikmati suasana Causeway Bay termasuk mengunjungi salah satu Apple store terbesar di Hong Kong.

Selain itu, saya juga menikmati aneka resto dan cafe yang saya tulis di blog ini sebelumnya.

Itinerary Makau dan Hong Kong – Part 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *