At-Cafe-Batavia
At-Cafe-Batavia

Jakarta adalah salah satu kota tersibuk di dunia. Kehidupan bisa jadi berjalan 24 x 360 jam (atau artinya ga pernah mati). Meskipun baru kurang lebih 10 tahun lewat dikit hidup di kota ini tapi gw merasakan yang namanya perubahan drastis dari kota Jakarta. Dari yang dulunya lumayan macet (*hmm) dan sekarang ampun-ampun deh macetnya. Dari yang dulu ngerasain naik turun angkot dan bus. Musti lari-lari di tengah gerimis di pinggir tol sampe sekarang lumayan udah bisa naek mobil meskipun kadang ngerasa lebih enak naek bus karena kalau macet bisa tidur tanpa harus ngopling mobil. (*jangan bilang ke gw kalau suruh ganti mobil matic… belum cukup duiit… hehe). Dan keinget ketika pertama kali dipalak ama preman di pinggir tol sampe pernah dipalak preman di tempat yang jadi legend-nya tindakan premanisme di Jakarta, Terminal Pulo Gadung.

Tapi after all, life must go on and the good news is I’m still at Jekarda (*cara sebut orang bule bust kota Jakarta). Tapi ga tau kenapa sejak pertama gw mengenal kota ini sebagai kota yang apa aja ada. Dan emang bener. Lu mau cari apa aja ada… dari mulai hal positif sampe hal ‘gelap’ ada. Tinggal pilih.

Bagi sebagian orang, Jakarta disebut kota dengan sejuta harapan. Namun, menurut gw, Jakarta adalah kota sejuta harap. (*harap sabar kalau macet, harap-harap cemas kalau ketemu preman dan tentunya ada juga harap yang berarti hope dibanding dengan wish). Sisi positif lain dari Jakarta adalah kota ini sedang berkembang dan mencari jati diri untuk menjadi salah satu kota yang mendunia kaya New York, KL atau Singapore. (*bisa dilihat di tahun 2013 ini mulai ada inisiatif MRT, monorail, busway yang lebih banyak dan beberapa kawasan wisata yang dibangun dengan standard international)

Good news lainnya adalah dari sisi wisata, kota Jakarta sebenarnya punya segudang tempat wisata yang menarik. Ada saudara yang kerja di perusahaan dari Malaysia pernah kasi tau kalau pas istri bosnya (+ dan kawan-kawan) datang ke Jakarta, tau ga tempat apa yang mereka pasti datangi? … bukan mall, bukan juga toko branded dengan diskon gede (*karena Malay lebih ok diskonnya untuk beberapa barang branded)… tapi …. Pasar Tanah Abang. (*what? come on… ). But that’s is the prove that Jakarta has tourism that we’ve to develop. Cerita lain…

Berhubung gw suka yang namanya wisata sejarah dan moto-moto objek yang unik, Jakarta adalah salah satu tempat yang punya banyak museum dan spot foto yang boleh dibilang ok. (*meskipun kebanyakan ga terawat… tapi sisi baiknya jadi keliatan kuno karena ga dirawat). Sebut saja beberapa tempat seperti Museum Fatahillah, Cafe Batavia, kawasan TMII dan juga Ancol Taman Impian. Tempat-tempat itu gw rekomendasiin banget buat dikunjungi. Tapi harus cari waktu yang tepat. Kenapa gw bilang waktu yang tepat? contoh:

1. Kawasan Lapangan Fatahillah (kawasan Kota Tua)

Datang kesini harus (*pake garis bawah dan bold) pagi hari sekitar jam 9 pagi. Kenapa harus pagi? karena kalau pagi belum begitu rame dan udaranya masih enak belum panas dan gerah. Di kawasan ini banyak tempat yang bisa jadi jujugan buat sekedar jalan-jalan atau pengen tau sejarah Jakarta atau sekedar poto-poto narsis. Jangan heran kalau waktu ke kawasan ini ketemu ama rombongan fotografer profesional karena memang kawasan ini punya spot foto yang ok.

Hermes-Statue
Hermes-Statue

2. Museum Nasional (deket Monas)

Datang agak siang jam 10an. Selain murah tiketnya tapi juga banyak koleksi yang bisa dilihat dari berbagai daerah di Indonesia. Kalau udah tiba jam makan siang, kita bisa cari makanan keliling kaya macam siomay atau es dawet di trotoar depan museum ini. Kadang ada bule yang juga makan ngemper juga.

3. Kawasan sekitar TMII (di bagian timur Jakarta)

Datang kesini pagi sebelum rame. Banyak tempat yang bisa dilihat. Saran gw kalau kalian ingin liat-liat anjungan better you choose one or two (*tempat asal kalian) karena kalau tiap anjungan kalian masukin rasanya elu bakal bosen dan buang waktu. Better lu naek motor or mobil keliling aja (*liat bangunan-bangunan adat unik). Tempat yang rekomen untuk di kunjungi adalah teater IMAX, Taman Burung, Kolam Air Tawar dan Museum IpTek (*anggap aja Science Center-nya Indonesia tapi sedikit kurang modern dibanding negara tetangga punya). Nah kalau elu udah puas jalan-jalan di TMII, baru waktu keluar kawasan cobalah mampir ke Museum Purna Bakti Pertiwi (*museum keluarganya mantan Presiden Soeharto). Selain murah tiketnya, tempat ini juga punya koleksi yang macem-macem dan mahal-mahal bo… (*you have to see it)

4. Shopping Mall

Jangan salah, beberapa orang bilang kalau Jakarta punya mall-mall yang lebih bagus bangunannya daripada di Singapore atau Malaysia. (*menurut gw itu BENAR kalau secara mayoritas ya). Coba aja kunjungi beberapa mall gede yang ada di Jakarta, dari SenCi, PIM, PI, TA, PP,CP, dan singkatan mall lainnya. (*uniknya orang Jakarta, begitu dibangun mall baru, ga lama akan muncul singkatan unik buat mall itu…percaya deh). Tapi untuk urusan harga, kebanyakan mall di Jakarta masih kalah dibanding mall di negara tetangga. (*kayanya sih karena pajak masuk ke Indo lebih gede).

Jakarta, kota sejuta harap. Semoga di Jakarta, harapan orang-orang untuk menjadi lebih baik akan kejadian. Have fun at Jakarta and let’s love the capitol of Indonesia. – Sat, 6 June 2013

Jakarta – Kota Sejuta Harap
Tagged on:                     

Leave Your Commentary

Translate »