Petak 9
Petak 9

Jalanan Sudirman di hari Minggu memang sudah biasa dipenuhi orang-orang yang berolahraga di pagi hari. Ya, pagi itu memang saya, istri dan teman-teman berencana untuk jalan-jalan ke daerah Glodok, tepatnya di Pasar Petak Sembilan, Glodok. Selain ingin wisata kuliner, kami juga berencana untuk mengunjungi Klenteng Petak Sembilan yang juga dikenal Vihara Dharma Bakti dimana tempat ini sudah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata wajib dikunjungi di Jakarta. Dan memang perjalanan kali ini menjadi mengasikkan karena selain kami mengunjungi beberapa tempat yang menarik, juga karena pergi rame-rame yang bikin perjalanan tambah asik.

Perjalanan ini kami mulai dari kantor saya yang terletak di kawasan Sudirman. Setelah memarkir kendaraan kami, maka kami menuju halte TransJakarta yang ada di depan kantor untuk menuju ke daerah Glodok. Sepanjang perjalanan kami menuju ke Glodok kami banyak melihat orang-orang yang menikmati Car Free Day di hari ini. Dan buat saya pribadi, baru kali ini saya melihat suasana Car Free Day. Mungkin dilain waktu saya ingin menikmati suasana itu bersama orang-orang lain yang berolahraga dan kadang berhenti untuk menyantap beberapa makanan yang dijual di sepanjang jalanan Sudirman.

Sampai di Halte Glodok, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Pasar Petak Sembilan dengan jalan kaki. Perjalanan yang cukup lumayan dari sisi jarak terbayar dengan suasana pasar yang cukup unik. Di sisi kiri dan kanan, kami banyak melihat pedagang yang menjual berbagai jenis bahan makanan, snack dan jajanan khas masyarakat Tionghoa. Selain itu banyak juga warung-warung makan yang menjual makanan seperti mie, nasi hainan dan lain-lain.

Petak Sembilan, Glodok memang telah lama dikenal sebagai Chinatown-nya Jakarta. Tak hanya itu, kawasan ini juga dikenal sebagai pusat wisata kuliner di Jakarta khususnya untuk kuliner khas masyarakat Tionghoa di Indonesia. Masyarakat Tionghoa memang sudah lama erat dengan sejarah perjalanan bangsa ini, apalagi sejarah kota Jakarta. Jika kita melihat lebih lanjut beberapa kata-kata slang yang ada di Jakarta berasal dari bahasa Cina (khususnya bahasa Hokian), seperti kata-kata lu (kamu) dan gua (saya) menjadi beberapa kata yang pelafalan dan artinya sama dengan bahasa Cina -Hokian.

Hal lain yang menarik di Petak Sembilan adalah adanya Klenteng Petak Sembilan atau dikenal juga dengan Vihara Dharma Bakti yang menjadi tempat ibadah dan juga terbuka menjadi tempat wisata dimana kita bisa berfoto dengan bebas disana. Buat saya ini adalah salah satu keterbukaan masyarakat Indonesia yang sangat baik.

Dibangun pada tahun 1650 oleh seorang letnan berkebangsaan Cina, Kwee Hoen, vihara ini dinamakan Koan Im Teng yang diperuntukkan untuk mengagungkan salah satu dewi yang sangat terkenal yaitu Dewi Kwan Im. Dan tahukah kalian kalau ternyata vihara ini adalah vihara tertua di Jakarta.

Selain itu, terdapat juga sebuah gereja Katolik kuno dengan arsitektur Tionghoa yang ternyata jarang diketahui oleh masyarakat Jakarta. Nama gereja itu adalah Gereja Santa Maria de Fatima, Toasebio. Begitu memasuki halaman gereja, kami sudah bisa melihat betapa arsitektur khas Cina terpadu indah dalam bangunan gereja ini.

Sedangkan untuk wisata kuliner, pilihan kuliner khas masyarakat Tionghoa sangat beragam di daerah Petak Sembilan, contohnya: Kedai Kopi Es Tak Kie yang sudah ada sejak lama ataupun Bakmi Loncat yang menjual mie yang sudah terkenal sejak lama di kalangan masyarakat Jakarta.

Kopi Es Tak Kie
Kopi Es Tak Kie
Jalan Jalan di Petak Sembilan – Glodok

3 thoughts on “Jalan Jalan di Petak Sembilan – Glodok

Leave Your Commentary