Ladyboy
Ladyboy

Tak bisa dipungkiri jika kita bepergian ke Pattaya – Thailand, salah satu yang menjadi daya tarik pariwisatanya adalah pertunjukan kabaret oleh ladyboy a.k.a banc*. Dan kebetulan belum lama ini saya dan istri berkesempatan mengunjungi Pattaya dan menonton salah satu pertunjukan yang cukup melegenda, Tiffany Show.

Jangan bayangkan Anda akan melihat ladyboy-ladyboy tersebut perform dengan pakaian yang cenderung lusuh atau lebih ke arah nakal *model kaya lokalisasi banc* di Indonesia. Tiffany Show buat saya adalah pertunjukan professional yang keren dengan tata panggung dan kostum yang luar biasa keren.

Tiffany Show
Tiffany Show

Ya.. tata panggung dan lampunya bagus dan terkonsep dan kostumnya terlihat banget kalau dibuat dari bahan yang bagus dan mahal. Mereka berlenggak lenggok layaknya wanita dalam pertunjukan broa dway *padahal belum pernah nonton pertunjukan broadway secara live… :p *. Tapi buat gw, Tiffany Show adalah pertunjukan yang rekomen buat dilihat meskipun kita harus membayar THB 600/orang untuk menonton pertunjukan tersebut.

Nah, selesai nonton biasanya para ladyboy “unggulan”   * yang udah operasi trans gender sehingga udah mirip cewe banget punya buah dada dan berparas cantik udah menunggu para pengunjung di halaman gedung. Mereka seperti yang udah diduga memanggil para pengunjung untuk berfoto bersama dengan biaya minimal THB 40/foto. Kebetulan kala itu istri saya berkesempatan befoto dengan salah satu dari mereka dengan tentunya membayarkan biaya minimal * hehe… iyalah masa foto sekali aja kita bayar mahal.  Sedangkan saya … *agak malang nasibnya* berfoto dengan salah satu benc*ng yang tidak cantik sama sekali tapi udah punya tet*k layaknya cewe … daaannn… ketika foto dia mengarahkan tangan saya ke tet*k imitasinya itu…hahaha… * rasanya kaya pegang bola karet yang biasa dimainin ama anak kecil di Indonesia.

Hal lain yang kala itu “akhirnya” bisa saya tonton adalah pertunjukan super hits dan ga afdol kalau ga nonton yaitu Tiger Show.. eh… salah … Thai Girl Show *pertunjukan adegan film porno yang live… penasaran juga gw kaya gimana.

Berbekal info dari mulut ke mulut temen-temen yang udah pernah nonton, sumpeh deh malam itu lumayan deg-degan buat datengin itu tempat. Soalnya beberapa ada yang bilang tempat nontonnya masuk gang dan gelap, ga boleh keluarin hp *kalau ketahuan bisa di denda* dan lain-lain. Untungnya tour guide waktu itu sudah “cukup mengenal” pertunjukan tersebut. Jadi saya dan istri dibawa ke sebuah pertunjukan yang representatif dan ama secara lokasi dan… yang membuat saya kaget ditempat itu banyak bus-bus pariwisata…. *hadeeuuhhh udah jadi komoditi pariwisata rupanya.

Dengan membayar sebesar THB 700 *harga aslinya lebih mahal kalau ga lewat tour guide, maka saya dan istri nontonlah pertunjukan itu. Dan benar saja sesuai info, masuk ke gedung sudah ada loker-loker penitipan handphone dan tas. Namun, tour guide saya bilang mending nitip ke dia *takut hilang. Yang membuat saya khawatir adalah bagaimana nanti gw bisa menghubungi tour guide saya kalau gw ga bawa handphone. *Jangan sampe gw habis nonton dicegat orang di dalem suruh nonton itu pertunjukan sepanjang malam… haha lebay.

Masuk ke dalam gedung pertunjukan bernama Big Eye, kami berdua udah disambut oleh beberapa pasangan sedang beradegan “begituan” *you know lah. Dan selanjutnya dapat dibayangkan beberapa pertunjukan seperti ladyboy yang menarik penonton untuk naik ke panggung untuk digoda lalu cowo yang memukulkan “itu”-nya ke sebuah kendang kecil, cewe-cewe yang mampu mengeluarkan berbagai macam barang dari “itu”-nya. Semuanya itu membuat bener-bener mata membelalak dan mulut menganga *kok ada ya pertunjukan seperti itu…ck..ck..ck

Yah itulah salah satu keunikan dari wisata di negeri tetangga yang satu ini. Dan keduanya sepertinya udah menjadi komoditas yang dianggap biasa. Kita patut bersyukur negara kita belumlah sampai mempunyai komoditas pariwisata serupa yang terbuka seperti disana. *saya yakin pasti ada yang sembunyi-sembunyi sih

Kala Ladyboy Cabaret dan Tontonan Sensual Menjadi Komoditi Pariwisata
Tagged on:             

8 thoughts on “Kala Ladyboy Cabaret dan Tontonan Sensual Menjadi Komoditi Pariwisata

    • March 18, 2014 at 12:46 am
      Permalink

      Hehe ya betull 😀

      Reply
    • April 14, 2014 at 2:50 pm
      Permalink

      Hehehe you should mas buat yang pertama kali 🙂

      Reply
  • April 26, 2014 at 5:33 am
    Permalink

    Di jogja juga sudah ada mas. Persis diujung jalan malioboro. Udah pernah juga kan? Aku lebih kocak lihat mereka sih ketimbang di thailand. hehe

    Reply
    • April 26, 2014 at 5:55 am
      Permalink

      Ya butul ada di atas Mirota Batik… Belum sempet lihat aku padahal orang Klaten (deket Jogja) :p

      Reply
    • May 9, 2014 at 7:24 am
      Permalink

      Harus liat sekali lah at least :p

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »