Menjemput Matahari Terbit di Mangunan
Menjemput Matahari Terbit di Mangunan

Jogja memang tidak pernah berhenti membuat rindu orang-orang yang mendatanginya. Setelah deretan pantai selatan yang indah, beberapa wisata ekstrim di Gunung Kidul seperti Luweng Jomblang, Gua Pindul dan juga Air Terjun Sri Gethuk, sekarang ada pula yang namanya Kebun Buah Mangunan. Mungkin kita berpikir Kebun Buah Mangunan seperti kebun buah kebanyakan dengan deretan pohon-pohon dengan berbagai buah dimana pengunjungnya dapat memetik buah dan memakannya. Kebun buah Mangunan pastinya berbeda. Terletak di daerah Imogiri, sekitar kurang lebih 45 menit dari kota Jogjakarta, Kebun Buah Mangunan terletak di sebuah bukit dimana dibawahnya mengalir sebuah sungai yang membelah lembah dibawah.

Lalu apa yang dicari di Kebun Buah Mangunan ini? Pagi-pagi buta saya sudah sampai di tempat ini dimana belum banyak orang yang sampai ditempat ini. Hanya beberapa pengejar matahari terbit sudah menginap di tempat ini. Belum juga modern fasilitas di kebun buah Mangunan, hanya ada warung kopi sederhana tempat untuk menyeduh kopi dan memakan mie instan. Namun, rasanya sudah cukup nikmat untuk menemani menunggu datangnya fajar pagi.

Semalam memang Jogja baru saja diguyur hujan dan cuaca di pagi itu cukup dingin. Menurut Pak Kasno, sopir rombongan saya, ini adalah waktu yang tepat berkunjung ke Mangunan. Setiba di komplek kebun buah Mangunan kami memang belum diperbolehkan masuk ke area kebun buah. Kami menunggu di lapangan parkir seadanya sambil tidur-tidur ayam.

Kira-kira pukul 5 pagi, juru kunci membuka portal yang membatasi kami masuk ke areal Kebun Buah Mangunan. Dan kami pun masuk menuju area Kebun Buah Mangunan. Setelah pak Kasno memarkir mobil, kami berjalan masuk dan tracking menuruni anak tangga. Tidak cukup banyak tapi cukup licin karena semalam habis diguyur hujan. Ternyata sudah cukup banyak orang yang menunggu fajar yang menyingsing pagi hari itu. Ada beberapa orang yang sudah bersiap dengan kamera profesional dan ada banyak yang menggunakan ponsel mereka. Ada pula oma dan opa yang tanpa kamera dan tanpa ponsel masa kini yang beresolusi tinggi cukup duduk duduk di beberapa tempat duduk yang ada di areal kebun buah Mangunan.

Samar-samar terlihat kabut jauh di lembah yang berada di bawah tempat kami berada. Dan tentunya masih penasaran saya, sebenarnya apa yang akan kami nikmati pagi itu.

Sekitar pukul 5.30, matahari pagi sudah mulai mengintip di awan-awan yang menutupi horison di kejauhan. Tidak begitu sempurnya momen sunrise waktu itu. Tapi pemandangan yang tersaji berikutnya, membuat saya terkagum dan pastinya saya akan kembali ke tempat ini di lain waktu.

Mangunan
Mangunan
Kabut Pagi Mangunan
Kabut Pagi Mangunan
Mangunan
Mangunan
Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan
Om Telolet Om
Om Telolet Om

Mengejar Kabut Pagi di Mangunan Jogja
Tagged on:                     

Leave Your Commentary

Translate »