Mt Soerak view
Mt Soerak view
Pagi itu saya bangun pagi hari dengan pemandangan yang sangat elok di kejauhan sana. Terlihat sangat jelas Gunung Seorak dengan pesonanya berdiri kokoh di kejauhan. Hari itu kami dijadwalkan untuk mengunjungi area wisata Gunung Seorak.

Setelah kami makan pagi maka bus berangkat mengantar kami menuju ke area wisata Gunung Seorak yang tak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Sesampainya di area wisata kami memasuki pintu gerbang dimana tak jauh dari pintu gerbang itu terdapat patung beruang bertuliskan Mount Seorak yang pastinya menjadi ikon dari Mount Seorak itu sendiri.

Untuk menuju ke puncak Gunung Seorak maka kita dapat membeli tiket untuk cable car yang cukup menampung sekitar 30 orang di dalam setiap cable car atau kereta gantung.

Cable Car to Mt. Seorak
Cable Car to Mt. Seorak
Saya pun akhirnya menaiki kereta gantung bersama rombongan. Dari dalam kereta gantung terlihat pemandangan lembah dengan sebuah sungai yang membelah bebatuan putih yang semakin indah ketika kereta gantung semakin tinggi menuju puncak Gunung Seorak.

Pada awalnya saya berpikir kereta gantung itu akan langsung mengantar kita ke puncak Gunung Seorak. Namun, ternyata kereta gantung itu hanya akan mengantar kita sampai setengah perjalanan dan kita sendiri harus melanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke puncak Gunung Seorak.

This slideshow requires JavaScript.

Berhubung beberapa dari rombongan sudah cukup berumur maka yang muda muda saja kali itu yang mencoba naik ke puncak Gunung Seorak. Perjalan dengan berjalan kaki diawali dengan menaiki anak tangga dari batu yang dilapisi dengan bantalan karet agar tidak licin.

Kami terus menaiki tanpa tahu kapan akan berakhir. Sampai di satu titik anak tangga dengan bantalan karet itu sudah tidak ada lagi dan berganti dengan batu-batu datar dengan derajat kemiringan yang semakin mendekati puncak semakin miring. Saya dan istri kala itu mencoba terus berjalan menuju ke puncak sampai akhirnya istri memutuskan mengurungkan niat karena jalur berikutnya sudah cukup ekstrim untuk kemiringannya. Namun, berhubung saya waktu itu memang lagi pengen motret di puncak Gunubg Seorak maka saya melanjutkan perjalanan lagi sendiri. Setelah menitipkan tas kamera ke istri maka saya melanjutkan dengan kamera yang menggantung di leher dan tas ransel berisi minuman untuk berjaga-jaga kalau kehausan di puncak.

Sebuah pemandangan yang membuat saya ‘amaze’ kali itu adalah ketika melihat serombongan lanjut usia yang menuruni tebing dari puncak Gunung Seorak dan beberapa diantaranya sudah menggunakan tongkat untuk menyangga badannya. Langsung saya segera menyalakan kamera untuk mengabadikan momen ini. Pemandangan ini yang membuat saya makin terpacu untuk mencapai puncak Gunung Seorak.

This slideshow requires JavaScript.

Akhirnya saya pun sampai ke puncak Gunung Seorak. Tentunya saya tak ingin melewatkan momen ini begitu saja. Selain mengabadikan debgan kamera, saya juga ingin mengabadikan pemandangan di puncak Gunung Seorak dalam ingatan saya. Baik itu apa yang saya lihat ataupun udara segar di puncak Gunung Seorak menjadi satu kesatuan pesona Gunung Seorak yang dalam bahasa Korea sendiri disebut Seoraksan yang berasal dari kata Seol yang artinya salju dan Ak yang berarti gunubg besar atau sulit.

Setelah puas motret pemandangan di puncak Gunung Seorak, saya pun kembali menuruni tebing yang cukup curam. Berhubung jarang hiking maka saya cukup lama menuruni tebing menuju pos kereta gantung.

Sesampainya di bawah, tour guide memberitahukan bahwa puncak Gunung Seorak yang tadi kami kunjungi adalah puncak terpendek dari sekian puncak gunung yang ada di area Gunung Seorak. Sedangkan untuk mencapai puncak tertinggi harus menempuh perjalanan jalan kaki kurang lebih 12 jam. Dari penjelasan itu saya belajar satu hal bahwa kadang masih ada puncak lain yang lebih tinggi dari pada puncak yang kita telah capai sehingga kita harus tetap humble dengan segala pencapaian kita dan terus berusaha untuk menuju puncak yang lebih tinggi.

Di area Gunung Seorak sendiri juga terdapat beberapa kuil dan juga ada satu buah patung Budha berukuran besar yang menurut informasi dibuat untuk mengingatkan bahwa rakyat Korea suatu saat harus bersatu kembali.

Taking Picture
Taking Picture
Between Rocks
Between Rocks
Yeay
Yeay
On the Top
On the Top
Edge of The Cliff
Edge of The Cliff
Big Budha Statue
Big Budha Statue
Temple at Mt. Seorak
Temple at Mt. Seorak

Mount Seorak – Gunung Terindah Di Utara Korea Selatan
Tagged on:                                 

10 thoughts on “Mount Seorak – Gunung Terindah Di Utara Korea Selatan

  • August 21, 2015 at 8:45 am
    Permalink

    pemandangan dari atas mount seorak nya cakeep! hijau seger gitu 😀 Diatas sana nggak dingin ya? Cuma pake kaos aja itu?

    Reply
    • August 21, 2015 at 8:46 am
      Permalink

      Kali ini datang pas summer Mas. Jadi ga dingin 🙂

      Reply
  • September 5, 2015 at 6:45 am
    Permalink

    Wah pengalaman yg menarik ya dapat berkunjung ke Mount Sorak !
    Salam kenal dari Lombok mas !

    Reply
    • September 5, 2015 at 7:42 am
      Permalink

      Salam kenal dari saya…

      Reply
    • October 16, 2015 at 12:24 am
      Permalink

      Salam kenal mas Edy… Thanks sudah mampir… 🙂

      Reply
  • May 28, 2016 at 4:53 pm
    Permalink

    aku beberapa kali ke Korea, belum sempet mampir ke gunung iniii… -__- padahal pemandangannya cakep gitu yak

    Reply
    • May 29, 2016 at 12:00 am
      Permalink

      Coba kemari mas. Mgkn paling pas waktu musim gugur

      Reply
  • October 15, 2016 at 5:37 am
    Permalink

    Wuih…sama, kami juga pernah ke Mount Seorak tapi koq kayaknya puncaknya beda ya…..haha. Memang ada bbrp sih puncaknya. Kami ga naek cable car soalnya. Jalan dari bawah PP ke puncak Ulsanbawi (kalo ga salah) 6 jam lah kira2. Dan memang amazed karena banyak orang tua dan ibu-ibu bawa anak-anak naek sampai puncak juga. Keren banget lah liat mereka yang semangat naik gunung kayak gitu, bukan cuma para mountain climber doang.

    Reply
    • October 15, 2016 at 6:02 am
      Permalink

      Hehe… itu lebih tinggi kayanya dari yang aku datangi … hehe

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »