Museum Prasasti
Museum Prasasti

Telah lama kita mendengar sebuah tempat yang bernama Museum Prasasti. Tempat ini tepatnya berada di Jalan Tanah Abang 1. Cukup mudah lokasi ditemukan melalui website atau mobile aplikasi yang tersedia saat ini. Dulunya Museum Prasasti adalah pemakaman bagi orang-orang Belanda yang hidup di masa Jakarta masih bernama Batavia. Dikarenakan pemakaman ini dulunya adalah pemakaman untuk orang barat maka kita banyak menemukan banyak patung yang kebanyakan adalah berupa malaikat yang dijadikan hiasan nisan bagi mereka yang meninggal di tempat ini.

Sebagian banyak dari malaikat menundukan muka mungkin sebagai wujud kesedihan karena ada kerabat yang meninggal. Namun, beberapa nisan juga berbentuk sangat indah dan kadang agak spooky karena ada yang berbentuk wanita dengan ukuran yang sama dengan manusia. Sedangkan sebagian lainnya lebih berbentuk lebih sederhana namun tetap anggun.

Beberapa nisan yang ada di Museum Prasasti adalah milik beberapa orang yang terkenal di waktu mereka masih hidup. Sebut saja Olivia Mariamne Raffles yang adalah istri dari Sir Stamford Raffles yang terkenal, atau yang lain adalah Dr. H.F. Roll (Pendiri STOVIA atau Sekolah Kedokteran pada zaman pendudukan Belanda), ada juga nisan milik Kapten Jas yang masih menimbulkan polemik siapa dia sebenarnya. Dan yang pasti tidak boleh dilewatkan adalah nisan milik Soe Hok Gie, seorang tokoh pergerakan Bangsa Indonesia yang berketurunan Cina.

Olivia Mariamne
Olivia Mariamne
Frits Roll
Frits Roll
Kapten Jas
Kapten Jas
Soe Hok Gie
Soe Hok Gie

Di Museum Prasasti ada juga 2 buah peti jenazah yang konon dipakai untuk membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke tempat peristirahatan terakhir mereka. Dan tentunya ada juga nisan-nisan milik tokoh yang terkenal kala itu yang kebanyakan berkebangsaan Belanda. Sedangkan lonceng yang dulunya dibunyikan ketika ada penghuni baru di taman pemakaman juga masih berdiri tegak meskipun kurus tinggi tapi lonceng ini pastinya menarik perhatian setiap pengunjung yang datang.

Satu hal yang saya perhatikan di Museum Prasasti, bahwa meskipun isinya adalah nisan-nisan dari orang yang telah tiada. Ada beberapa nisan yang menuliskan kisah sedih saat perjuangan atau juga ada nisan yang menuliskan ungkapan rasa sedih dari seorang ayah ketika anaknya meninggal dunia karena sakit. Hal lain yang saya rasakan adalah rasa damai diantara keteduhan pepohonan yang ada disana *meskipun kadang di beberapa saat bulu kuduk merinding juga karena kita berada di tengah pemakaman… hehe.

Lonceng

Tugu Hijau

Woman Cry 1

Woman Cry 2

Untuk saya sendiri yang suka fotografi, Museum Prasasti ini mempunyai banyak sekali objek indah yang bisa kita abadikan meskipun kita tidak boleh lupa harus ‘menghormati’ bahwa nisan-nisan itu ditujukan untuk penghormatan terakhir bagi seseorang yang telah tiada.

This slideshow requires JavaScript.

Informasi Penting
Jl. Tanah Abang I no.1
Jakarta Pusat, Telp. 021-3854060

Jam Kunjungan
Selasa-Minggu 09.00-15.00
Hari besar tutup

Tiket
Dewasa Rp 2.000
Mahasiswa Rp 1.000
Anak-anak/Pelajar Rp 600

Museum Prasasti – Sebuah Kenangan Dalam Kedamaian
Tagged on:                 

3 thoughts on “Museum Prasasti – Sebuah Kenangan Dalam Kedamaian

  • November 22, 2015 at 11:43 am
    Permalink

    Nanya dong, Mas. Ada tarif khusus ga sih kalo ke sini bawa kamera (yang katanya) profesional? Atau misalnya kamera mirrorless?

    Reply
    • November 22, 2015 at 11:44 am
      Permalink

      Tarif khusus jika bawa model atau prewed. Tapi kalau mau motret aja ga ada tarif khusus.

      Reply
      • November 22, 2015 at 11:46 am
        Permalink

        Modelnya ya patung2 di sana, Mas 😛 hehe.. Oh ok. Makasih infonya. Sempet mau ke sana, tapi niatnya ilang karena info peraturan tarif yang ga jelas.

        Reply

Leave Your Commentary

Translate »