andre-hSetelah ditimbang dan dipikirkan lebih lanjut *halah apa seh*, gw rasanya pengen coba buat nulis artikel diluar traveling dan tanpa satu pun gambar. Moga-moga tetep bermakna dan menarik buat dibaca yak…. *semoga*

Akhir-akhir ini, di lingkungan dekat gw kok beberapa ada yang sedang dalam ambang kegalauan dengan pasangannya. *bahasanya tinggi ya cuy* Entah memang lagi trend atau kenapa, namun tiba-tiba gw coba mengingat waktu gw pacaran dan akhirnya menikah.

Memang belum lama sih kalau dihitung dari saat saya berjalan di aisle sebuah gereja tua di kota Klaten *sambil berusaha untuk tidak mewek pas denger lonceng gede greja berbunyi …. haha cengeng ya gw waktu itu.. okeh okeh… fokus fokus… kembali ke topik*. Baru 2 tahun lebih dikit gw merit dan gw rasa itu masih belum ada apa-apanya dibanding ama beberapa pasangan yang telah menjalani kehidupan pernikahan sampe setengah abad lamanya.

Belum apa-apa dibanding dengan orang tua, oma-opa atau paman or bibi kita yang merit dan bayangkan for berpuluh tahun bangun pagi yang pertama dilihat adalah pasangannya, tidur malem juga bareng, tiap hari pulang kerja bertemu dengan orang yang sama, menghadapi hal yang nyebelin dari pasangan kita tiap saat dan lain-lain. Hal itu pula yang dulu sempet gw sampein ke mantan pacar yang sekarang jadi istri bahwa merit itu ngga cuma kaya cerita di film yang ngegambari kisah cinta yang bergitu berliku diawal sampe akhirnya bisa happy ending dengan pernikahan. Coba aja kalau film itu dilanjutkan dengan kehidupan pasangan itu setelah menikah, rasanya kita akan melihat berbagai adegan film yang menunjukan konflik sekaligus keromantisan yang dicoba dibangun oleh pasangan itu.

Buat saya itu art of marriage.

Dan apa yang ingin saya sampaikan bahwa marriage is commitment yang kita ga bisa ambil balik *apalagi di kepercayaan yang saya anut* Oleh karena itu bener-bener pikirin deh sebelum memustuskan untuk… okeh… I will marry this girl or this man *kalau buat cewe… :p …. Paling gampang adalah bayangin seperti apa yang sudah aku sampaikan. Anda akan menghabiskan rutinitas kehidupan Anda berdua. *yah tinggal gimana kita bikin jadi asik sih sebenernya jadi ga jadi rutinitas yang monoton*

Namun, saya teringat suatu film “Good Will Hunting”, film yang dikenal anak lama kaya gw… haha… dimana di salah satu scene Robin William bilang ke Matt Damon “Kamu ga akan bisa tahu rasanya tidur bareng ama orang yang ngoroknya kenceng banget sampe bikin dia kebangun dan nanya ke gw siapa yang ngorok? atau menghirup wangi pasanganmu ketika bangun pagi hari … dan disaat yang berbeda kamu ga bisa tahu bagaimana selama … tahun *lupa gw berapa* … kamu menemani orang yang sama di rumah sakit menghadapi kanker yang dideritanya sampai akhirnya menutup mata.”

Kesimpulannya, selama kalian pacaran sebisa mungkin kalian punya hubungan yang baik, ga aneh-aneh dan bener-bener bisa yakin kalau pasanganmu sesuai apa yang kamu inginkan. Karena apa? Kalian boleh tanya ke pasangan-pasangan di dunia ini, berapa banyak mereka yang kaget ama kebiasaan pasangan mereka yang ternyata ngga pernah mereka tahu saat pacaran dan tak jarang itu menjadi suatu yang ngga kalian suka. But, after all that is your spouse, right?

Relationship is Introduction, Marriage is Commitment (That You Can’t Take It Back)

2 thoughts on “Relationship is Introduction, Marriage is Commitment (That You Can’t Take It Back)

  • May 9, 2014 at 7:11 am
    Permalink

    kayaknya pernikahan udah nggak dianggap sakral lagi sekarang, mas. udah kayak main-main saja. kalau bosan/jenuh/sudah nggak suka lagi, langsung tinggalkan. tidak mau berusaha untuk mempertahankan ikatan itu. duh seremnya…

    Reply
    • May 9, 2014 at 7:23 am
      Permalink

      Yak pernikahan harus dipertahankan 🙂

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »