Belum lama ini saya mengikuti beberapa potongan berita mengenai seorang artis Korea yang memutuskan untuk mengakhiri nafasnya sendiri di dunia. Kabar meninggalnya sang artis cukup membuat ‘geger’ bagi banyak orang sampai-sampai media pun melakukan ‘follow up’ untuk membahas lebih detail apa yang dihadapi oleh sang artis sehingga membuat dia memutuskan untuk mengahiri perjalananya di dunia. Sebagian berkata bahwa sang artis mengalami apa yang dinamakan dengan depresi dimana sebuah situs internet mendefinisikannya sebagai suatu penyakit medis serius dan biasa yang berpengaruh negatif kepada apa yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan.

Kadang saya berpikir apakah yang namanya bahagia itu cukup sulit untuk sang artis. Kesuksesan dalam pencapaiannya, paras yang dikagumi banyak orang atau rejeki yang dipunya belumlah cukup untuk menahan laju depresi yang makin menjadi dan membuat dia memutuskan untuk menghentikan perjalanan dunianya. Orang bilang jangan lupa bahagia, tapi mungkin baginya tidak se-sederhana itu untuk sebuah kebahagiaan.

Tiap orang punya kesulitan dan tantangan hidupnya masing-masing dan semuanya unik ; berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu terkadang saya cukup ‘amazed’ jika bertemu dengan orang yang seakan tantangan hidupnya adalah yang paling besar dibanding yang lain dan harus terus dibahas. Tidak salah memang untuk berbagi apa yang kita hadapi agar kita tidak merasakannya sendiri. Namun, tantangan dan kesulitan harus dijalani untuk menemukan bahagia dengan cara kita masing-masing.

Belum lama saya dan istri harus mengikuti rangkaian pengobatan dalam rangka mempunyai keturunan. Ada kala dimana pengobatan disuntikkan pada pukul 2 dini hari dan akhirnya kami memutuskan untuk stay di hotel terdekat. Kali ini kami memutuskan untuk stay di Mercure Hotel Cikini Jakarta.

Meskipun harus bolak balik hotel dan rumah sakit, tapi ada kebahagiaan ketika menjalaninya. Dari Mercure Hotel Cikini ini, kami dapat menikmati tahun baru dari kamar kami menyaksikan pesta kembang api menyambut tahun baru 2018. Dan dari kamar yang sama, kami dapat menikmati langit Jakarta yang begitu indah.

Selain itu, yang tak kalah menarik adalah menikmati pemandangan dari infinity pool yang terletak di rooftop Mercure Hotel Cikini. Hanya satu ungkapan “Luar Biasa” untuk mengungcapkan pemandangan dari rooftop tersebut.

Dan kebahagiaan tidaklah lengkap jika tidak dinikmati bersama orang terdekat kita misal keluarga dan teman. Karena merekalah kita selalu ada kekuatan disaat hidup menjadi sulit.

Berbahagialah saat kita masih menghirup nafas karena hidup cukup singkat. Selalu ada bahagia di dalam hidup selama ada ada harapan.

Selalu Ada Bahagia

Leave Your Commentary