Tag Archives: Andre Tri Nugraha Handoyo

Itinerary Makau dan Hong Kong – Part 2

Hong Kong
Hong Kong

Hong Kong, tempat yang sebelumnya saya selalu ingin datangi. Sebuah kota metropolitan yang penuh dengan gemerlap cahaya ketika malam datang, dimana beberapa film Hollywood mengambil scene disana.

Hong Kong; dimana budaya timur dan barat bertemu namun identitas sebagai bangsa di Asia tidak menghilang.

Dan inilah kisah saya di Hong Kong…

Hari 1 – The Peak dan Victoria Harbour

Sampai di Hong Kong mendekati tengah hari, waktu itu kami mencari restaurant di dekat kami di Causeway Bay untuk makan siang kami hari itu. Mak Noodle menjadi resto pilihan kami waktu itu. Sebuah resto yang rekomen untuk dikunjungi ketika berada di Hong Kong. Mak Noodle menyajikan aneka olahan mie yang lezat.

Untuk menuju ke The Peak, maka kami mencoba transportasi lokal. Ternyata beberapa transport lokal di Hong Kong masih tradisional. Maksud saya adalah kita butuh untuk teriak ke sopir jika ingin berhenti di suatu tempat. Dan bahkan beberapa sopirnya tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi benar-benar pertimbangkan apakah menggunakan taxi atau transport lokal ketika ingin ke The Peak. Siapkam juga aplikasi berbasis lokasi agar tidak tersesat.

Seperti ketika saya ke Hong Kong pertama kali, saya tersesat ketika menuju ke The Peak. Beruntung saya tersesat di dekat Hong Kong Park, sehingga masih bisa menikmati hari dan pemandangan yang ada.

Getting Lost in Hong Kong
Getting Lost in Hong Kong
Hong Kong Park
Hong Kong Park

Untuk menuju ke The Peak maka kita bisa menggunakan Hong Kong Peak Tram atau menggunakan mobil yang dapat diparkir di lapangan parkir dekat bangunan The Peak Hong Kong. Kita dapat menikmati The Peak secara gratis dari dek bawah, tapi jika ingin mendapat view 360 kota Hong Kong maka kita bisa ke The Peak Sky Terrace dengan biaya HKD 52. Jangan lupa membawa payung karena di musim panas maka The Peak akang sangat panas ketika siang hari.

Dan untuk mendapatkan diskon tiket masuk The Peak Sky Terrace atau antrian khusus tram maka gunakan kartu Octopus.

The Hong Kong Peak Tram
The Hong Kong Peak Tram

Ketika berkunjung ke The Peak, kita butuh keberuntungan untuk mendapatkan cuaca yang bagus. Terkadang karena cuaca berkabut maka kita tidak bisa mendapat view 360 derajat kota Hong Kong dari ketinggian. Dan juga ingatlah untuk membawa payung ketika berkunjung ke The Peak ketika musim panas karena cuaca bisa sangat panas.

The Victoria Peak
The Victoria Peak
Hong Kong from The Peak
Hong Kong from The Peak
Together at Victoria Peak
Together at Victoria Peak

Awalnya, saya berencana untuk lebih lama di The Peak Sky Terrace agar dapat menikmati matahari terbenam namun sayang waktu sunset masih lama sehingga kami pun turun menggunakan tram untuk mengunjungi tempat wisata berikutnya, The Victoria Harbour.

Victoria Harbour

Victoria Harbour terletak di pulau seberang pulau Hong Kong tepatnya dekat dengan Tsim Sha Tsui. Dulunya disana ada Avenue of Stars dimana cap kaki dan telapak tangan beberapa artis Hong Kong berada di lantai sepanjang Victoria Harbour. Namun, karena sedang ada renovasi maka cap kaki dan tangan itu dipindahkan ke Garden of Stars yang juga berada dekat dengan Victoria Harbour termasuk patung aktor Bruce Lee yang terkenal.

Enjoying Victoria Harbour
Enjoying Victoria Harbour
Victoria Harbour - Symphony of Lights
Victoria Harbour – Symphony of Lights
Victoria Harbour
Victoria Harbour

Mengunjungi Victoria Harbour yang paling tepat adalah menjelang matahari terbenam karena kita bisa menikmati blue hour dan juga Symphony of Lights pada pukul 8 malam dimana lampu-lampu dari gedung pencakar langit menyala mengikuti musik yang dimainkan.

Hari 2 – Central Mid Level Escalator, Central Plaza dan Tsim Sha Tsui

Central adalah salah satu distrik tersibuk di Hong Kong. Dan salah satu hidden gem destinasi wisata di Hong Kong adalah Central Mid Level Escalator. Warga lokal menggunakan Central Mid Level Escalator untuk mempermudah perjalanan mereka ke berbagai tempat karena kontur tanah yang berbukit membuat warga harus susah payah melewati tanjakan di jalanan sebelum eskalator ini diresmikan pada tahun 1993. Eskalator ini sendiri menjadi jaringan eskalator terpanjang di dunia yang ditutup atap. So, jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat ini ketika berada di Hong Kong.

Central Mid Level Escalator
Central Mid Level Escalator
Inclining Central Mid Level Escalator
Inclining Central Mid Level Escalator

Setelah puas menjelajah mid level eskalator ini maka kami menyusuri deretan toko yang menjual souvenir dan barang yang menarik serta resto dibawah eskalator untuk kembali ke stasiun MTR Central.

Central Plaza

Cukup anti-mainstream sebenarnya untuk mengunjungi sky lobby beberapa pencakar langit di Hong Kong. Namun, hal itu cukup menarik dan tidak ada biaya untuk menikmati view kota Hong Kong dari pencakar langit. Salah satunya adalah mengunjungi lantai 46 di Central Plaza. Dari sini kita bisa berkeliling di lantai 46 gedung untuk melihat pemandangan kota Hong Kong dari ketinggian. Namun, ingatlah gedung Central Plaza adalah gedung perkantoran jadi jagalah ketertiban selama berada disana.

Hong Kong from Central Plaza
Hong Kong from Central Plaza

Ada pula pencakar langit Hong Kong yang juga mempunyai sky lobby yaitu gedung One Island East di daerah Quarry Bay yang juga bisa dikunjungi.

Tsim Sha Tsui area

Salah satu area yang terkenal di Hong Kong adalah Tsim Sha Tsui. Disini kita dapat menemukan berbagai toko yang menjual barang yang menarik, mal dan juga resto yang menjual aneka makanan lokal maupun chain resto international. Selain itu jangan lupa mengunjungi juga Kowloon Park yang berada di area ini. Di kunjungan saya kali ini, saya berjalan kaki menyusuri Tsim Sha Tsui sampai ke Mong Kok (Ladies Market). Meskipun cukup jauh namun perjalanan tidak terasa karena banyak hal yang menarik yang dapat dilihat selain jajan food street di area ini.

Mong Kok
Mong Kok
Ladies Market
Ladies Market

Mong Kok sudah lama dikenal sebagai tempat belanja khususnya para wanita. Disini kita harus menawar agar mendapat harga yang cocok. Selain itu, tak jauh dari Mong Kok ada juga Temple Street Night Market. Ketika malam datang maka pasar ini mulai menunjukkan geliat dimana warga lokal maupun turis mengunjungi untuk membeli barang-barang seperti tas, mainan ataupun pakaian.

Temple Street Night Market
Temple Street Night Market

Hari 3 – Ngong Ping, Po Lin Temple dan Yick Cheong Building

Ngong Ping terkenal sejak lama dengan patung Budha dan kuil Po Lin. Turis banyak berdatangan ke Ngong Ping agar “resmi” berkunjung ke Hong Kong. Untuk mengunjungi tempat ini maka kita bisa menempuh perjalanan menggunakan MTR (jaringan kereta listrik di Hong Kong) menuju ke pulau Lantau. Di pemberhentian terakhir menuju kereta gantung Ngong Ping, kita juga dapat mengunjungi Tung Chung City Gate Mall dimana banyak dijual barang branded dengan harga diskon.

Menurut saya waktu yang tepat untuk ke Ngong Ping adalah adalah pagi hari sebelum antrian menjadi penuh dengan orang-orang. Kita bisa memilih kereta gantung yang membawa kita ke patung besar Budha Ngong Ping. Saran saya adalah untuk membeli paket tiket standard dan clear glass sky train dimana kita akan mendapat pengalaman yang berbeda ketika berkunjung ke Ngong Ping.

Ngong Ping Sky Train
Ngong Ping Sky Train
Ngong Ping Glass Sky Train
Ngong Ping Glass Sky Train
Big Budha Statue
Big Budha Statue
At Ngong Ping Big Budha
At Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple From Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple From Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple
Po Lin Temple

Sebenarnya ada tujuan wisata lain ketika berada di pulau Lantau yaitu Hong Kong Disneyland dan Noah Ark resort. Namun, kali ini saya belum mengunjungi kedua tempat itu karena terbatasnya waktu dan mungkin lebih cocok buat pecinta Disney atau wisatawan yang membawa anak kecil.

Kami pun kembali ke pusat kota Hong Kong untuk mengunjungi gedung Yick Cheong dimana tempat ini menjadi terkenal sejak film Transformer 3 mengambil adegan di atap gedung ini.

Yick Cheong Building
Yick Cheong Building

Namun, tetaplah ingat bahwa bangunan ini adalah bangunan apartemen jadi jangan sampai kita menggangu warga yang tinggal di tempat ini.

Hari 4 – Clearwater Bay dan Kowloon Peak

Beruntung bagi saya karena mempunyai sahabat yang tinggal di Hong Kong. Saya kali ini ditemani oleh teman saya, Keith yang mengantar kami menikmati sisi lain Hong Kong, The Clearwater Bay. Clearwater Bay sebenarnya terkenal di kalangan warga lokal untuk menghabiskan waktu weekend bersama teman atau keluarga untuk menikmati barbeque atau sekedar tracking.

Clearwater Bay with Keith
Clearwater Bay with Keith
Clearwater Bay
Clearwater Bay

Di Clearwater Bay, kita dapat menikmati pemandangan laut yang indah dengan udara bersih. Hal ini cukup berbeda dengan suasana pusat kota Hong Kong dimana terasa sesak dengan banyaknya gedung pencakar langit dan apartemen tinggi di setiap tempat.

Setelah menikmati Clearwater Bay, Keith membawa kami menikmati puncak yang lain di Hong Kong yaitu Kowloon Peak. Jika The Peak dipenuhi oleh orang-orang maka Kowloon Peak lebih sepi dan jalanan menuju ke tempat ini masih hijau, udara masih segar dan pemandangan laut masih kadang dapat dilihat dari kejauhan.

Kowloon Peak
Kowloon Peak

Hari 5 – Explore Causeway Bay area

Causeway Bay, Hong Kong adalah salah satu distrik yang dipenuhi dengan jajaran toko, kios makanan dan juga cafe. Di hari terakhir saya di Hong Kong, saya menikmati suasana Causeway Bay termasuk mengunjungi salah satu Apple store terbesar di Hong Kong.

Selain itu, saya juga menikmati aneka resto dan cafe yang saya tulis di blog ini sebelumnya.

Macau and Hong Kong Itinerary – Part 2

Hong Kong
Hong Kong

Hong Kong, land that for so long I want to visit. A city that never sleeps, a place where lights illuminate and fill the night with excitement and it’s also location of some Hollywood films were taken place.

Hong Kong; where the eastern culture blend in harmony with western culture without loosing it’s identity as part of Asian countries.

And this is my story of Hong Kong…

Day 1 – The Peak and Victoria Harbour

Arrived near to noon time, we tried to find nearest restaurant to our hotel in Causewaybay. Mak Noodle is the one become our choice and it was recommended for you to try during your stay in Hong Kong. It serves various noodle menu that we can choose. For me, the soup has make the dish become very delicious while the noodle is soft and easy to be cutted.

To go to The Peak, we tried to used local transport. However, we found out that mini van local transport was still traditional one. I mean that you need to yell to the driver if you wanna to stop at some place. Even some of the drivers cannot speak English. So, we need to really consider whether you will better to taxi or mini van local transport to go to The Peak. Or try the location apps to guide you to minimalize you will be getting lost in Hong Kong.

I have experienced one, when I was getting lost in Hong Kong on my way to The Peak. But fortunately, we found ourselves in Hong Kong Park when we were getting lost. So we can enjoy it as well.

Getting Lost in Hong Kong
Getting Lost in Hong Kong
Hong Kong Park
Hong Kong Park

We can go to The Peak via Hong Kong Peak Tram or also using car that can be parked at The Peak parking area. Actually, what most people call for The Peak Hong Kong is actually a tall building to enjoy the view of the city from above. We can choose whether we enjoy from the lower deck freely at no cost or enjoy it from The Peak Sky Terrace with cost around HKD 52 (you can choose package Sky Terrace + tram also). As I used my Octopus card to have the tram ticket, I have special line at that time so I did not need to queue for long time.

The Hong Kong Peak Tram
The Hong Kong Peak Tram

Sometimes, we need some luck if we are visiting The Peak. When, the weather is good then we can have clear 360 degree view of Hong Kong from above. But, we can also cannot see the view clearly due to hazy day. In summer season, please ensure that you bring your umbrella with you because the day could be very hot.

The Victoria Peak
The Victoria Peak
Hong Kong from The Peak
Hong Kong from The Peak
Together at Victoria Peak
Together at Victoria Peak

At the beginning, I planned to stay a little bit longer at The Peak Sky Terrace to experience the after sunset view of Hong Kong from above. But unfortunately, the sunset would need another couple hours that time, so I decided to go down using the tram and went to my next destination, The Victoria Harbour.

Victoria Harbour

Victoria Harbour is located at different island near to Tsim Sha Tsui area. There used to be Avenue of Stars where the foot and hand mark of some famous actor lays. As there was renovation taken place, it was moved Garden of Stars located near to Victoria Harbour including the famous Bruce Lee statue.

Enjoying Victoria Harbour
Enjoying Victoria Harbour
Victoria Harbour - Symphony of Lights
Victoria Harbour – Symphony of Lights
Victoria Harbour
Victoria Harbour

When you plan to visit Victoria Harbour, the best time to visit the place is near to sunset time. So, you can enjoy the blue hour and we can also enjoy the Symphony of Light at 8 PM. During the symphony, we can see the lights of the skycrappers across the harbour illuminate following the music played.

Day 2 – Central Mid Level Escalator, Central Plaza and Tsim Sha Tsui

Central area is one of the busiest district in Hong Kong. One of the hidden attraction in Hong Kong is the mid level escalator built at Central area. Locals use the escalator to make their way easier to climb up. The Central Mid Level Escalator is the world’s longest outdoor covered escalator system established on 1993. Therefore, it is recommended attraction to be visited at least for once.

Central Mid Level Escalator
Central Mid Level Escalator
Inclining Central Mid Level Escalator
Inclining Central Mid Level Escalator

After we climb up through the escalator, we can do window shopping under the escalator or taste local food at some restaurants on our way down.

Central Plaza

Another free tourist attraction in Hong Kong are some sky lobby located inside the sky scrappers in Hong Kong. One of the sky lobby located at 46th floor of Central Plaza building. We can see surrounding from above and enjoy the 360 city view from here.

Hong Kong from Central Plaza
Hong Kong from Central Plaza

Please note that Central Plaza building is office building so we need to behave as a traveller.

There is another sky lobby such as at One Island East Building in Quarry Bay that we can also visit in Hong Kong.

Tsim Sha Tsui area

The most famous area in Hong Kong for a long time maybe the Tsim Sha Tsui area. We can find many shops, malls or restaurants around the area. In my first visit to Hong Kong, I walked from Tsim Sha Tsui to the Mong Kok (ladies market). A long the way, we can enjoy the local street food and also find interesting shops and also enjoy the Kowloon Park.

Mong Kok
Mong Kok
Ladies Market
Ladies Market

As we arrived at Mong Kok (ladies market), we find many interesting souvenir to be bought. Please keep remember to bargain when you buy things in Mong Kok. Another place to be visitted that quite similar with Mong Kok is Temple Street Night Market. As the night falls, the market starts it’s charm to attract locals and tourist.

Temple Street Night Market
Temple Street Night Market

Day 3 – Ngong Ping, Po Lin Temple and Yick Cheong Building

Ngong Ping is one of the most famous interesting tourist destination in Hong Kong. Ngong Ping is located at Lantau Island so the journey takes time using the MTR (the railways network in Hong Kong). On our way to Ngong Ping, we can enjoy Tung Chung City Gate Mall to find some factory outlet that sell discount branded things.

The best time to go to Ngong Ping is in the morning when the Sky Train queue has not been full of people. We can buy the standard sky train and glass floor sky train package to have different experience during our visit to Ngong Ping.

Ngong Ping Sky Train
Ngong Ping Sky Train
Ngong Ping Glass Sky Train
Ngong Ping Glass Sky Train

Ngong Ping is famous for the Big Budha statue, Ngong Ping wisdom path and Po Lin Temple. We can spend our half day in Ngong Ping area.

Big Budha Statue
Big Budha Statue
At Ngong Ping Big Budha
At Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple From Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple From Ngong Ping Big Budha
Po Lin Temple
Po Lin Temple

Other tourist attraction located in Lantau Island is the Hong Kong Disneyland and also the Noah Ark resort. Unfortunately, I did not visit the both places when I visit Hong Kong for the first time.

Back to our way to Hong Kong island, we decided to spend our time to visit Yick Cheong Building at Quarry Bay area. The building is well-known as the Transformer 3 film was taken place in this area.

Yick Cheong Building
Yick Cheong Building

Since the building is residential building please note to behave and not to disturb the people living in that building.

Day 4 – Clearwater Bay and Kowloon Peak

I am lucky to have friends live in Hong Kong. In my first visit to Hong Kong, I met Keith taking me to another side of Hong Kong, The Clearwater Bay. Clearwater Bay is well-known by locals to spend their weekend having barbeque or tracking with their family or friends.

Clearwater Bay with Keith
Clearwater Bay with Keith
Clearwater Bay
Clearwater Bay

From Clearwater Bay, we can see the beautiful sea view that completely bring us to different ambience of Hong Kong. The surrounding is more traditional and have fresh air.

Upon enjoying the Clearwater Bay, Keith took me to the other Peak in Hong Kong, Kowloon Peak. The peak is not full of people like The Victoria Peak but the view is magnificent. We can see the Kowloon area and new area opened for airport in Hong Kong. As we take the journey to the top of Kowloon Peak by car, we enjoyed greeny view on our way to the peak. It was full of trees and the unique part is that some people try to collect fresh water in jugs. I do not know why they do so.

Kowloon Peak
Kowloon Peak

Day 5 – Explore Causeway Bay area

Causeway Bay, Hong Kong is one of district full of shops, food street stalls and cafes. On my last day, I explore the Causeway Bay area. I visited the largest Apple store in Hong Kong located in Causeway Bay.

I also visited the N.O.T specialty Coffee and some interesting restaurants that I have written in my previous entry post in my website.

Macau and Hong Kong Itinerary – Part 1

Galaxy Macau
Galaxy Macau

In my first time visiting Macau, I am amazed by all the big casinos standing all over Macau. The ambience of the city was very beautiful and I cannot wait to explore the Macau and Taipa island.

I arrived at Hong Kong International Airport in the morning before taking the jet ferry to Macau. If you intend to take the same way as I did, please remember not to go to the Hong Kong immigration and find the ferry ticket counter to buy your ticket and also inform your baggage so the staff from the ferry company will pick your baggage from baggage belt and bring your baggage to the ferry.

The immigration at the Macau Outer Harbour is quite conventional compare to Hong Kong. It was more traditional and manual one. Upon the immigration, I was waiting for my baggage. The baggage belt only one so it was quite sometimes to wait my baggage since there were 2 arrival of ferries at the same time.

After picked my baggage, I try to find nearest free hotel bus that can take me to my hotel, Broadway Hotel Macau (please see the review here).

By using the free shuttle bus, I can enjoy the city view in the morning. My way to the hotel was crossing the connecting bridge between Macau island and Taipa island. I can see the magnificent Macau Tower from the window.

My hotel was in Taipa island with strategic location. I was easy to find foods an During my visit on March 2018, the weather was nice and cool enough. Upon checked in to the hotel, I was ready to explore Macau.

Day 1 – Exploring Taipa Casino Area

Taipa Village

The Taipa Village is an old area located at center of the Taipa island. It is just across the Galaxy Casino so we can easily reach the place by public transport.

Taipa Village is an area with museums and old restaurant that located all over the place. It is interesting spot for foodie to find nice food and beverage. Also it has many interesting photography spot to be explored as a photographer. (Details of Taipa Village is here)

Vila de Taipa - View
Vila de Taipa – View
Vila de Taipa
Vila de Taipa
Vila de Taipa - Mural
Vila de Taipa – Mural
Vila de Taipa - Park
Vila de Taipa – Park

Explore Casinos

On my first day in Macau, I explored the casinos located at Taipa island. My journey started from the Venetian Casino to fulfill my curiousity on the in-door canal of Venetian Casino. The Venetian is combine of hotel, mall and casino itself. I think we will need half day to explore the entire of Venetian building. It has beautiful architecture and ornament inside the buildin. Outside of the casino, we will find the bus terminal used by locals to take them to the ferry terminal or Macau International Airport.

Venetian Casino - Gondola
Venetian Casino – Gondola
Venetian Casino - Canal
Venetian Casino – Canal
Venetian Casino
Venetian Casino
Venetian Casino - Food Court
Venetian Casino – Food Court

Inside the Venetian, we can find many interesting dishes. I bought the authentic Tai Lei Loi Kei’s pork bun for my dinner and it has marvelous taste (more details please see here)

After exploring Venetian, my next destination was the Parisian Macau Casino. The main attraction of Parisian Macau is the mini Eiffel Tower in front of the Casino building. You can take beautiful photo at the place and do not forget to bring a long your tripod so you can easily take a photo. At night, the street in front of the casino will become a vast red district area. There will be escort ladies looking for their customer at the front of the casino.

Parisian Macau
Parisian Macau
Parisian Macau - Eiffel
Parisian Macau – Eiffel
Parisian Macau - Fountain
Parisian Macau – Fountain
Parisian Macau - Ceiling Art
Parisian Macau – Ceiling Art
Parisian Macau - Couple under Eiffel
Parisian Macau – Couple under Eiffel
Parisian Macau - Macau Streets
Parisian Macau – Macau Streets

Day 2 – Enjoy the old side of Macau

On my day 2 in Macau, I was exploring the Coloane Village located at the southern of Taipa island.

The Coloane Village has it’s own charm for a tourist destination in Macau. (please see here for the details)

Coloane Intersection - Aines Park
Coloane Intersection – Aines Park
Chapel of St. Francis Xavier
Chapel of St. Francis Xavier
Coloane - Coast
Coloane – Coast

Macau Fisherman’s Wharf

Fisherman Wharf is the first theme park in Macau. Inside the area, we can find buildings with architecture inspired by buildings all over the world. We can find many shop houses and restaurants at Fisherman Wharf. Also, there are many photography spots inside the Fisherman Wharf.

Macau Fisherman’s Wharf
Macau Fisherman’s Wharf
Macau Fisherman’s Wharf - 5
Macau Fisherman’s Wharf – 5
Macau Fisherman’s Wharf - 4
Macau Fisherman’s Wharf – 4
Macau Fisherman’s Wharf - 3
Macau Fisherman’s Wharf – 3
Macau Fisherman’s Wharf - 2
Macau Fisherman’s Wharf – 2

Senado Square and Ruin of St. Paul Church

The most well-known attractions of Macau are The Senado Square and Ruin of St. Paul Church. People gather around this place to officially visiting Macau.

At that particular area, many food stalls, shop houses and also restaurants to be explored. Some aisles located at the area have beautiful ambience such as Rua de Paixao, Rua de Felicidade.

Senado Square
Senado Square
Ruin of St. Paul Church
Ruin of St. Paul Church
Senado Square
Senado Square
Me at Ruin of St. Paul Church
Me at Ruin of St. Paul Church
Rua De Paixao
Rua De Paixao

Day 3 – Trip to Hong Kong

In the morning, I was taking the free shuttle to the Macau Taipa Ferry Terminal. We can directly buy the ticket at 2nd floor while the terminal is located at 1st floor. The ticket for ferry Macau – Hong Kong vice versa is around USD 45.

(To be continued Macau and Hong Kong itenerary – part 2)

Broadway Hotel, Macau

Me at Broadway Hotel
Me at Broadway Hotel

Saat tulisan ini diturunkan, saya masih berada di kota nan indah yaitu Macau. Macau sebelumnya adalah sebuah negara yang kini telah bergabung dengan negara Tiongkok. Dalam perkembangannya saya melihat geliat negara ini untuk terus bertahan dan survive terutama dari sektor pariwisata.

Dikenal dengan Las Vegasnya Asia, memang Macau hampir sudut negaranya dipenuhi dengan kehidupan malam atau kalau tidak gedunh casino. Mulai dari Lisboa Casino dengan bentuk uniknya yang terus bertahan bersaing dengan casino lain sampai dengan Galaxy Macau dimana sedang terus membangun area wilayahnya di pulau Taipa.

So, pada perjalanan kali ini saya menginap berdekatan dengan Galaxy Macau yaitu Broadway Hotel Macau. Letak dari Broadway Hotel Macau persis di seberanb pintu masuk samping kiri Galaxy Macau. Broadway Hotel sendiri sepertinya masih dalam satu grup yang sama dengan Galaxy Macau karena selain untuk wifi yang tersedia di Broadway Hotel masih memakai free wifi milik Galaxy Macau juga ada pula jembata connecting khusus antara Galaxy Macau dan Broadway Hotel.

Dari sisi harga untuk Broadway Hotel saat tulisan diturunkan masih berada di bawah Galaxy ataupun Venetian disisi harga. Sedangkan untuk fasilitas boleh dibilang cukup lengkap ada jajaran resto yang berjajar di bagian belakang hotel dan ada pula disediakan tempat fitness.

Harga yang murah pun saya sempat kepikir penyebabnya apa namun, mengingat Broadway Hotel letaknya agak dipinggir dan daerah depan dan sekitarnya sedang dibangun mungkin manajemen hotel menimbang untuk mendiskon sewa kamarnya.

1. Lokasi

Broadway Hotel sesuai yang saya informasikan sebelumnya bahwa terletak di pulau Taipa. Untuk menjangkau hotel ini pun sangat mudah karena tinggal menaiki bis gratis yang disediakan hotel Galaxy di tempat penjemputan kapal ferry begitu pula sebaliknya. Bus itu akan berhenti di Broadway Hotel setelah berhenti di Galaxi Macau.

Galaxy Macau from my windows
Galaxy Macau from my windows

2. Kamar

Untuk suasana kamar menurut saya cukup okay dan bersih. Satu hal yang membuat kejutan adalah pihak hotel memberikan 1 kali free minibar buat pengunjung hotel. Sedang untuk kamar mandi dan WC juga cukup luas dan menambah nilai lebih hotel ini.

Broadway Hotel - Kamar
Broadway Hotel – Kamar
Broadway Hotel - Kamar Mandi
Broadway Hotel – Kamar Mandi
Broadway Hotel - Free Minibar Sekali
Broadway Hotel – Free Minibar Sekali

3. Fasilitas

Sewa kamar seharga IDR 1.7mio rasanya cukup worthed untuk stay di hotel bintang 4 di Macau. Selain kamar yang nyaman maka ada pula failitas yang lengkap kecuali kolam renang yang ada di hotel ini atau sekitarnya. Casino dan fitness center yang berada di lantai dasar serta ada pula fasilitas untuk tempat makan yang beragam di bagian belakang hotel serta convinience store untuk kita beli kebutuhan sehari-hari selama di Broadway Hotel ini.

Broadway Hotel - Casino
Broadway Hotel – Casino
Broadway Hotel - Resto and Convinience Store
Broadway Hotel – Resto and Convinience Store

Ninety Nine Grand Indonesia

Baked Pork Chop
Baked Pork Chop

Lama sudah saya ingin menulis tentang tempat-tempat makan yang ada di dalam mal-mal di Jakarta. Bukan kenapa, tapi karena saya pengen berbagi saja tempat makan yang enak yang bisa dijadikan pilihan bagi pembaca yang sedang berada di mal tertentu.

Grand Indonesia adalah salah satu mal yang paling heits di Jakarta. Bukan cuma dari ukuran yang sangat luas tapi juga disana banyak tempat makan enak. Salah satu dari tempat makan yang enak adalah Ninety Nine Restaurant.

Berada di banguna bagian timur dari mal Grand Indonesia atau biasa disebuh East Mall, Ninety Nine restaurant berada di lantai LG.

Ninety Nine Restaurant sesuai namanya lebih banyak menyajikan menu western yang beragam. Satu hal yang menurut saya cukup menarik beberapa menu yang ditawarkan dikenakan harga sesuai nama restonya yaitu IDR 99ribu.

Seperti menu Baked Pork Chop, daging panggan yang disajikan dengan paduan nasi goreng dan potongan sayur yang lezat. Daging yang empuk berpadu dengan pas dengan gurihnya nasi goreng bercampur telur sangat pas untuk menu makan malam atau makan siang.

Tuscany Pizza
Tuscany Pizza

Sedang Tuscany Pizza juga di banderol dengan harga yang sama dimana pizza dihidangkan dengan potongan bacon yang lezat ditambah dengan potongan sayur sebagai penyedap.

Crisp Pork Knuckle
Crisp Pork Knuckle

Sedang menu lain yang menurut saya rekomen untuk dicoba adalah Crisp Pork Knuckle seharga IDR 135ribu. Potongan daging disajikan dengan nasi yang di kukus didalam sebuah wadah kayu sehingga terlihat lebih tradisional. Dari sisi rasa menu crisp pork knuckle dari Ninety Nine resto ini sangat lezat dan gurih. Potongan daging yang digoreng kering dan dipadu dengan nasi kukus yang disajikan dalam kondisi masih panas membuat setiap orang ingin segera menghabiskan menu ini secepatnya.

BBQ Pork Ribs
BBQ Pork Ribs

Dann… sebagai pemuncak adalah menu BBQ Pork Ribs. Steak iga dengan bumbu BBQ yang kuat dipadu padan dengan pas dengan potongan tomat yang telah dipanggang permukaannya dan baked potato. Soal rasa, menu BBQ Pork Ribs ini selangit. Enak banget dan kudu dicoba

Informasi Penting

Ninety Nine Restaurant

Grand Indonesia Shopping Town East Mall LG Jalan MH.Thamrin No.1, Menteng, RT.1/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Weekend Escape ke Villa Aman Dsini Sentul

Rasanya udah jadi bagian dari gaya hidup orang yang tinggal di Jakarta saat ini kalau ketika weekend maka akan mulai mencari ada tempat baru atau yang lagi hits untuk spending waktu bersama keluarga atau teman. Dan berlaku juga dengan saya, suatu weekend saya berbekal dari berita yang bersliweran di jagat internet jadi penasaran untuk mendatangi sebuah tempat yang bernama Villa Aman D’sini, Sentul.

Memang Villa Aman D’sini sejatinya adalah villa yang disewakan dengan berbagai pilihan sesuai range harga yang ditawarkan dimana semuanya berada diatas IDR 1 juta / malam. Namun, terdapat juga resto yang banyak menjadi tujuan wisata orang-orang untuk menikmati suasana sambil memesan satu atau dua menu yang ada di Resto Aman D’sini.

Sebagai catatan, kita juga bisa juga membook seluruh area Villa Aman D’sini dan close for public namun tentunya biayanya cukup lumayan. Dan saat saya mengunjungi tempat ini, rupanya sedang ada yang membook seluruh fasilitas Villa Aman D’sini sehingga kami harus menunggu sampai setelah jam makan siang.

Untuk segi makanan menurut saya cukup standard dengan aneka pilihan menu yang ada dimana kebanyaka menu Indonesia dan menu Barat. Sedangkan untuk sisi harga menu cukup terjangkau dan standard resto di mal.

Menu 1
Menu 1
Menu 2
Menu 2

Villa Aman D’sini sendiri cukup mudah untuk dijangkau oleh warga yang tinggal di Jakarta atau Bogor, kita hanya tinggal masuk tol Jagorawi dan keluar tol ke arah kawasan Sentul City lalu berbelok untuk memulai jalur pendakian menuju Villa Aman D’sini. Dan karena terletak di ketinggian tepatnya di Desa Bojong Koneng maka pemandangannya memang cukup indah dan dari Villa Aman D’sini kita juga dapat melihat air terjun yang berada di kejauhan.

Secara pribadi jika memang ingin melepas penat dan ada occassion khusus misal ulang tahun perkawinan atau yang lain maka bolehlah menginap disini. Kita dapat merasakan udara yang segar dan lepas dari kesibukan kota saat berada di Villa Aman D’sini.

Berwisata ke Candi Ijo dan Tebing Breksi

Jika pembaca sedang berwisata di daerah Candi Ratu Boko atau Candi Prambanan maka jangan lupa untuk mengunjungi dua tempat wisata baru yang berada di dekatnya. Tempat yang pertama adalah Tebing Breksi, sebuah area penambangan gunung kapur yang kini disulap oleh warga lokal untuk menjadi tempat wisata yang menarik dengan berbagai ukiran yang ada di dalam area Tebing Breksi.

Untuk menuju ke Tebing Breksi sendiri cukup mudah karena berdekatan dengan wisata yang sudah cukup terkenal dikunjungi oleh banyak wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri yaitu Candi Ratu Boko

Di dalam area Tebing Breksi ini, para pengunjung juga dapat berfoto dengan aneka burung hantu yang tentunya dikenakan biaya untuk berfoto. Kita juga bisa mendaki ke atas gunung kapur untuk melihat pemandangan dari ketinggian Tebing Breksi ini. Selain itu juga ada area amphitheater yang rasanya ke depan akan dipakai untuk area pertunjukan.

Sedangkan tempat wisata kedua yang searah dengan Tebing Breksi bernama Candi Ijo. Candi ini terletak di sebuah bukit yang cukup tinggi sehingga menjadikannya Candi yang tertinggi di daerah Jogjakarta dan sekitarnya. Candi Ini diberi nama Candi Ijo karena terletak di bukit yang bernama bukit Ijo. Candi Ijo sendiri terdiri dari 3 buah bangunan candi yang masih berdiri kokoh.

Di Candi Ijo, para pengunjung dapat menikmati momen sunrise atau sunset yang begitu indah dengan pemandangan Candi Prambanan dan bandara Adi Sucipto yang berada jauh dibawah Candi Ijo ini. Saya sendiri saat datang ke Candi Ijo ini saat pagi hari dimana kabut masih menyelimuti area Prambanan dan sekitarnya sehingga membuat suasana begitu indah, nyaman dan bikin betah berlama-lama di area Candi Ijo ini.

Tesate Restaurant Menteng

Cukup lama sudah saya tidak menyantap sate apalagi buatan Ibu saya. Teringat saya ketika waktu kecil saya sering duduk disebelah Ibu ketika dia membakar sate. Memang Ibu kala itu banyak menerima pesanan sate di kota Klaten dimana saya dulu tumbuh. Tak jarang saya menyomot sate yang sudah selesai dibakar untuk disantap sambil menunggu sate berikutnya selesai dibakar.

Kangen rasanya menyantap sate yang bertekstur lunak dengan leleran saus kecap dan dicocol dengan bumbu kacang ditambah irisan cabai dan bawang. Memang banyak resto di Jakarta yang menyajikan menu sate tapi banyak pula yang menyajikannya cukup sederhana baik dari bumbunya atau irisan daging yang terlalu kecil sehingga kita kurang puas.

Tesate resto adalah salah satu chain resto yang ada di Jakarta yang menyajikan menu sate secara maksimal. Dikatakan maksimal karena selain potongan dagingnya yang cukup besar dan tidak alot tapi juga bumbu yang sedap dan manisnya pas. Untuk sebuah menu sate Ayam Madura campur dimana berisi potongan daging, kulit dan juga telur ayam muda dapat dinikmati dengan harga sekitar IDR 69ribu.

Selain itu, memilih menu tahu telor yang porsinya besar dan cukup untuk makan 3 orang. Dari sisi rasa, menu tahu telor ini tak kalah enak dengan sate yang memang jadi menu andalan Tesate Resto. Untuk menu tahu telor ini dikenakan harga IDR 70ribuan.

Dan kali ini saya menikmati makanan-makanan yang sedap ini di Tesate Restaurant yang ada di kawasan Menteng. Hal yang menjadi cukup unik makan di Tesate Restaurant Menteng adalah adanya musisi gamelan yang bermain musik tiap jelang malam. Hal ini membuat suasana makan di Tesate makin nyaman.

Menginap di Hotel Ashley Jakarta

Jika pembaca sedang berkunjung ke Jakarta dan ingin stay di hotel yang berada di tengah kota, tepatnya di area Jalan Thamrin dan sekitarnya maka salah satu pilihan hotel yang bisa dijadikan tempat menginap adalah Ashley Hotel Jakarta. Hotel yang terletak di Jalan Wahid Hasyim ini cukup strategis karena tinggal seperjalanan kaki untuk menuju Jalan MH Thamrin Jakarta.

Hotel Ashley Jakarta sendiri berkonsep business hotel dalam arti sebenarnya sehingga fasilitas di hotel ini hanya ada gym dan resto sedangkan kolam renang ataupun fasilitas bermain anak dihilangkan seiring juga tidak tersedianya in room dining di Ashley Hotel Jakarta. Rasanya memang pengelola hotel lebih fokus ke letak hotel yang strategis dan hotel yang hanya digunakan untuk beristirahat setelah pengunjung hotel sibuk seharian dengan urusan bisnis di pusat bisnis distrik di Jakarta.

Untuk kamar tidur di Ashley Hotel Jakarta menurut saya ukurannya cukup kecil tapi memang menunjang konsep business hotel yang diusung oleh pengelola. Namun, di dalam kamar sendiri amenities yang tersedia cukup lengkap termasuk dengan disediakan pula hair dryer yang dapat digunakan free oleh pengunjung hotel.

Sedangkan koridor antar kamar menurut saya cukup sempit dan kurang lega seperti hotel kebanyakan di Jakarta dengan kelas yang sama dengan Ashley Hotel.

Satu hal yang cukup menonjol dari segi desain, nampaknya konsep Great Gatsby cukup terasa mulai dari bangunan luar hotel sampai interior di dalam hotel.

Untuk pilihan makanan di resto ketika sarapan pagi rasanya sudah cukup beragam dengan aneka menu Indonesia dan rasanya cukup enak bagi orang Indonesia maupun wisatawan asing dan tempatnya pun cukup luas.

Secara overall Ashley Hotel Jakarta memang paling pas untuk konsep business hotel. Meskipun menurut saya perlu banyak hal yang harus ditingkatkan termasuk pelayanan yang harus lebih sigap untuk memberikan best service kepada pengunjung karena menjadi hal penting untuk segera merespon permintaan pengunjung. Sekaligus peningkatan seperti fasilitas penunjang perlu menjadi perhatian pengelola per tulisan ini diterbitkan, seperti air kamar mandi yang harusnya lebih kencang dan juga indoor dining rasanya akan diperlukan untuk menunjang konsep business hotel.

Jika pembaca memang mencari hotel yang letaknya strategis di dekat jalanan utama MH Thamrin Jakarta dengan kelas bintang 4 dari sisi kenyamanan tidur maka Ashley Hotel Jakarta boleh dijadikan pilihan.

Hidup adalah Perjalanan

Perjalanan tidak harus selalu bepergian karena hidup itu sendiri adalah perjalanan. Teringat saya dengan film berjudul Up yang bercerita tentang petualangan seorang kakek yang dimulai dari cita-cita masa kecil untuk menemukan air terjun yang dinamai Paradise Falls. Beberapa orang menyebut Paradise Falls di film tersebut terinspirasi dari air terjun bernama Angel Falls yang letaknya di negara Venezuela. Sekilas memang mirip bentuk dari air terjun Angel Falls dengan air terjun yang digambarkan di film Up.

Tapi bukan perjalanan sang kakek bersama bocah berseragam pramuka yang lucu bernama Russel yang saya ingin bahas kali ini. Tapi tentang adegan dalam film tersebut yang cukup menyentuh ketika sang kakek menemukan sebuah tulisan istrinya di album foto mereka berdua, “Thanks for the adventure. Now go have a new one! ~ Love, Elly.

Hidup pastinya adalah sebuah perjalanan yang lebih panjang dari kisah travelling manapun. Hidup adalah perjalanan tanpa henti menemukan kejutan-kejutan yang membuat kita menjadi lebih bijak semestinya. Dan terkadang dalam hidup sendiri ada waktu dimana perjalanan itu adalah menunggu untuk suatu petualangan yang baru.

Seperti kali ini saya dan istri yang sedang menjalani program hamil. Cukup lumayan memakan waktu hampir lebih dari 2 tahun dan sudah berpindah ke beberapa dokter, maka kali ini keputusan untuk menempuh ICSI treatment atau dikenal di Indonesia dengan salah satu metode bayi tabung sudah cukup dekat. Setelah mengalami beberapa kegagalan baik ketika metode inseminasi dilakukan lalu percobaan yang gagal saat dilakukan bayi tabung pertama kali, maka kali ini langkah itu sudah cukup dekat.

Hari ini setelah sel telur istri diambil maka kami menunggu untuk lanjutan metode ini beberapa hari ke depan. Hal ini tentunya menjadi sebuah “A New Hope” buat kami dan keluarga. Dan bagi saya dan istri tentu ini menjadi babak baru perjalanan hidup dan juga pengalaman menunggu pemeriksaan dokter obgin yang berbeda. Semoga next-nya kami dapat mengantri pemeriksaan obgin dengan detak hidup yang baru di dalam perut istri.

Sebagaimana sebagian dari pembaca tahu menunggu pemeriksaan dokter obgin lebih sering lamanya daripada cepetnya. Pernah satu kali, kami menunggu di dokter obgin selama 5 jam dan baru diperiksa pukul 11.30 malam. Dan penantian itu juga sejalan dengan besar biaya yang keluar dalam pemeriksaan *iseng-iseng saya fotoin mba-mba cantik di bagian kasir yang membantu pembayaran setelah pengambilan sel telur . Namun, kini seiring dengan kemajuan treatment yang kami jalani maka besarnya biaya yang sudah keluar pada masa sebelumnya menjadi tidak penting. Kami berfokus kepada perjalanan ke depan yang semoga akan segera terjadi yaitu mempunyai anak.

Mba mba cantik petugas Rumah Sakit
Mba mba cantik petugas Rumah Sakit

Bagi kita yang mungkin belakangan jarang bepergian karena mungkin ada fokus salam kehidupan masing-masing maka selalu ingat bahwa hidup yang kita jalani sekarang adalah perjalanan itu sendiri. Warnai perjalanan itu dan syukuri karena perjalanan hidup yang kalian punya mungkin adalah perjalanan yang diidamkan oleh orang lain