Tag Archives: Jakarta

Ninety Nine Grand Indonesia

Baked Pork Chop
Baked Pork Chop

Lama sudah saya ingin menulis tentang tempat-tempat makan yang ada di dalam mal-mal di Jakarta. Bukan kenapa, tapi karena saya pengen berbagi saja tempat makan yang enak yang bisa dijadikan pilihan bagi pembaca yang sedang berada di mal tertentu.

Grand Indonesia adalah salah satu mal yang paling heits di Jakarta. Bukan cuma dari ukuran yang sangat luas tapi juga disana banyak tempat makan enak. Salah satu dari tempat makan yang enak adalah Ninety Nine Restaurant.

Berada di banguna bagian timur dari mal Grand Indonesia atau biasa disebuh East Mall, Ninety Nine restaurant berada di lantai LG.

Ninety Nine Restaurant sesuai namanya lebih banyak menyajikan menu western yang beragam. Satu hal yang menurut saya cukup menarik beberapa menu yang ditawarkan dikenakan harga sesuai nama restonya yaitu IDR 99ribu.

Seperti menu Baked Pork Chop, daging panggan yang disajikan dengan paduan nasi goreng dan potongan sayur yang lezat. Daging yang empuk berpadu dengan pas dengan gurihnya nasi goreng bercampur telur sangat pas untuk menu makan malam atau makan siang.

Tuscany Pizza
Tuscany Pizza

Sedang Tuscany Pizza juga di banderol dengan harga yang sama dimana pizza dihidangkan dengan potongan bacon yang lezat ditambah dengan potongan sayur sebagai penyedap.

Crisp Pork Knuckle
Crisp Pork Knuckle

Sedang menu lain yang menurut saya rekomen untuk dicoba adalah Crisp Pork Knuckle seharga IDR 135ribu. Potongan daging disajikan dengan nasi yang di kukus didalam sebuah wadah kayu sehingga terlihat lebih tradisional. Dari sisi rasa menu crisp pork knuckle dari Ninety Nine resto ini sangat lezat dan gurih. Potongan daging yang digoreng kering dan dipadu dengan nasi kukus yang disajikan dalam kondisi masih panas membuat setiap orang ingin segera menghabiskan menu ini secepatnya.

BBQ Pork Ribs
BBQ Pork Ribs

Dann… sebagai pemuncak adalah menu BBQ Pork Ribs. Steak iga dengan bumbu BBQ yang kuat dipadu padan dengan pas dengan potongan tomat yang telah dipanggang permukaannya dan baked potato. Soal rasa, menu BBQ Pork Ribs ini selangit. Enak banget dan kudu dicoba

Informasi Penting

Ninety Nine Restaurant

Grand Indonesia Shopping Town East Mall LG Jalan MH.Thamrin No.1, Menteng, RT.1/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Tesate Restaurant Menteng

Cukup lama sudah saya tidak menyantap sate apalagi buatan Ibu saya. Teringat saya ketika waktu kecil saya sering duduk disebelah Ibu ketika dia membakar sate. Memang Ibu kala itu banyak menerima pesanan sate di kota Klaten dimana saya dulu tumbuh. Tak jarang saya menyomot sate yang sudah selesai dibakar untuk disantap sambil menunggu sate berikutnya selesai dibakar.

Kangen rasanya menyantap sate yang bertekstur lunak dengan leleran saus kecap dan dicocol dengan bumbu kacang ditambah irisan cabai dan bawang. Memang banyak resto di Jakarta yang menyajikan menu sate tapi banyak pula yang menyajikannya cukup sederhana baik dari bumbunya atau irisan daging yang terlalu kecil sehingga kita kurang puas.

Tesate resto adalah salah satu chain resto yang ada di Jakarta yang menyajikan menu sate secara maksimal. Dikatakan maksimal karena selain potongan dagingnya yang cukup besar dan tidak alot tapi juga bumbu yang sedap dan manisnya pas. Untuk sebuah menu sate Ayam Madura campur dimana berisi potongan daging, kulit dan juga telur ayam muda dapat dinikmati dengan harga sekitar IDR 69ribu.

Selain itu, memilih menu tahu telor yang porsinya besar dan cukup untuk makan 3 orang. Dari sisi rasa, menu tahu telor ini tak kalah enak dengan sate yang memang jadi menu andalan Tesate Resto. Untuk menu tahu telor ini dikenakan harga IDR 70ribuan.

Dan kali ini saya menikmati makanan-makanan yang sedap ini di Tesate Restaurant yang ada di kawasan Menteng. Hal yang menjadi cukup unik makan di Tesate Restaurant Menteng adalah adanya musisi gamelan yang bermain musik tiap jelang malam. Hal ini membuat suasana makan di Tesate makin nyaman.

Menginap di Hotel Ashley Jakarta

Jika pembaca sedang berkunjung ke Jakarta dan ingin stay di hotel yang berada di tengah kota, tepatnya di area Jalan Thamrin dan sekitarnya maka salah satu pilihan hotel yang bisa dijadikan tempat menginap adalah Ashley Hotel Jakarta. Hotel yang terletak di Jalan Wahid Hasyim ini cukup strategis karena tinggal seperjalanan kaki untuk menuju Jalan MH Thamrin Jakarta.

Hotel Ashley Jakarta sendiri berkonsep business hotel dalam arti sebenarnya sehingga fasilitas di hotel ini hanya ada gym dan resto sedangkan kolam renang ataupun fasilitas bermain anak dihilangkan seiring juga tidak tersedianya in room dining di Ashley Hotel Jakarta. Rasanya memang pengelola hotel lebih fokus ke letak hotel yang strategis dan hotel yang hanya digunakan untuk beristirahat setelah pengunjung hotel sibuk seharian dengan urusan bisnis di pusat bisnis distrik di Jakarta.

Untuk kamar tidur di Ashley Hotel Jakarta menurut saya ukurannya cukup kecil tapi memang menunjang konsep business hotel yang diusung oleh pengelola. Namun, di dalam kamar sendiri amenities yang tersedia cukup lengkap termasuk dengan disediakan pula hair dryer yang dapat digunakan free oleh pengunjung hotel.

Sedangkan koridor antar kamar menurut saya cukup sempit dan kurang lega seperti hotel kebanyakan di Jakarta dengan kelas yang sama dengan Ashley Hotel.

Satu hal yang cukup menonjol dari segi desain, nampaknya konsep Great Gatsby cukup terasa mulai dari bangunan luar hotel sampai interior di dalam hotel.

Untuk pilihan makanan di resto ketika sarapan pagi rasanya sudah cukup beragam dengan aneka menu Indonesia dan rasanya cukup enak bagi orang Indonesia maupun wisatawan asing dan tempatnya pun cukup luas.

Secara overall Ashley Hotel Jakarta memang paling pas untuk konsep business hotel. Meskipun menurut saya perlu banyak hal yang harus ditingkatkan termasuk pelayanan yang harus lebih sigap untuk memberikan best service kepada pengunjung karena menjadi hal penting untuk segera merespon permintaan pengunjung. Sekaligus peningkatan seperti fasilitas penunjang perlu menjadi perhatian pengelola per tulisan ini diterbitkan, seperti air kamar mandi yang harusnya lebih kencang dan juga indoor dining rasanya akan diperlukan untuk menunjang konsep business hotel.

Jika pembaca memang mencari hotel yang letaknya strategis di dekat jalanan utama MH Thamrin Jakarta dengan kelas bintang 4 dari sisi kenyamanan tidur maka Ashley Hotel Jakarta boleh dijadikan pilihan.

Hidup adalah Perjalanan

Perjalanan tidak harus selalu bepergian karena hidup itu sendiri adalah perjalanan. Teringat saya dengan film berjudul Up yang bercerita tentang petualangan seorang kakek yang dimulai dari cita-cita masa kecil untuk menemukan air terjun yang dinamai Paradise Falls. Beberapa orang menyebut Paradise Falls di film tersebut terinspirasi dari air terjun bernama Angel Falls yang letaknya di negara Venezuela. Sekilas memang mirip bentuk dari air terjun Angel Falls dengan air terjun yang digambarkan di film Up.

Tapi bukan perjalanan sang kakek bersama bocah berseragam pramuka yang lucu bernama Russel yang saya ingin bahas kali ini. Tapi tentang adegan dalam film tersebut yang cukup menyentuh ketika sang kakek menemukan sebuah tulisan istrinya di album foto mereka berdua, “Thanks for the adventure. Now go have a new one! ~ Love, Elly.

Hidup pastinya adalah sebuah perjalanan yang lebih panjang dari kisah travelling manapun. Hidup adalah perjalanan tanpa henti menemukan kejutan-kejutan yang membuat kita menjadi lebih bijak semestinya. Dan terkadang dalam hidup sendiri ada waktu dimana perjalanan itu adalah menunggu untuk suatu petualangan yang baru.

Seperti kali ini saya dan istri yang sedang menjalani program hamil. Cukup lumayan memakan waktu hampir lebih dari 2 tahun dan sudah berpindah ke beberapa dokter, maka kali ini keputusan untuk menempuh ICSI treatment atau dikenal di Indonesia dengan salah satu metode bayi tabung sudah cukup dekat. Setelah mengalami beberapa kegagalan baik ketika metode inseminasi dilakukan lalu percobaan yang gagal saat dilakukan bayi tabung pertama kali, maka kali ini langkah itu sudah cukup dekat.

Hari ini setelah sel telur istri diambil maka kami menunggu untuk lanjutan metode ini beberapa hari ke depan. Hal ini tentunya menjadi sebuah “A New Hope” buat kami dan keluarga. Dan bagi saya dan istri tentu ini menjadi babak baru perjalanan hidup dan juga pengalaman menunggu pemeriksaan dokter obgin yang berbeda. Semoga next-nya kami dapat mengantri pemeriksaan obgin dengan detak hidup yang baru di dalam perut istri.

Sebagaimana sebagian dari pembaca tahu menunggu pemeriksaan dokter obgin lebih sering lamanya daripada cepetnya. Pernah satu kali, kami menunggu di dokter obgin selama 5 jam dan baru diperiksa pukul 11.30 malam. Dan penantian itu juga sejalan dengan besar biaya yang keluar dalam pemeriksaan *iseng-iseng saya fotoin mba-mba cantik di bagian kasir yang membantu pembayaran setelah pengambilan sel telur . Namun, kini seiring dengan kemajuan treatment yang kami jalani maka besarnya biaya yang sudah keluar pada masa sebelumnya menjadi tidak penting. Kami berfokus kepada perjalanan ke depan yang semoga akan segera terjadi yaitu mempunyai anak.

Mba mba cantik petugas Rumah Sakit
Mba mba cantik petugas Rumah Sakit

Bagi kita yang mungkin belakangan jarang bepergian karena mungkin ada fokus salam kehidupan masing-masing maka selalu ingat bahwa hidup yang kita jalani sekarang adalah perjalanan itu sendiri. Warnai perjalanan itu dan syukuri karena perjalanan hidup yang kalian punya mungkin adalah perjalanan yang diidamkan oleh orang lain

Selalu Ada Bahagia

Belum lama ini saya mengikuti beberapa potongan berita mengenai seorang artis Korea yang memutuskan untuk mengakhiri nafasnya sendiri di dunia. Kabar meninggalnya sang artis cukup membuat ‘geger’ bagi banyak orang sampai-sampai media pun melakukan ‘follow up’ untuk membahas lebih detail apa yang dihadapi oleh sang artis sehingga membuat dia memutuskan untuk mengahiri perjalananya di dunia. Sebagian berkata bahwa sang artis mengalami apa yang dinamakan dengan depresi dimana sebuah situs internet mendefinisikannya sebagai suatu penyakit medis serius dan biasa yang berpengaruh negatif kepada apa yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan.

Kadang saya berpikir apakah yang namanya bahagia itu cukup sulit untuk sang artis. Kesuksesan dalam pencapaiannya, paras yang dikagumi banyak orang atau rejeki yang dipunya belumlah cukup untuk menahan laju depresi yang makin menjadi dan membuat dia memutuskan untuk menghentikan perjalanan dunianya. Orang bilang jangan lupa bahagia, tapi mungkin baginya tidak se-sederhana itu untuk sebuah kebahagiaan.

Tiap orang punya kesulitan dan tantangan hidupnya masing-masing dan semuanya unik ; berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu terkadang saya cukup ‘amazed’ jika bertemu dengan orang yang seakan tantangan hidupnya adalah yang paling besar dibanding yang lain dan harus terus dibahas. Tidak salah memang untuk berbagi apa yang kita hadapi agar kita tidak merasakannya sendiri. Namun, tantangan dan kesulitan harus dijalani untuk menemukan bahagia dengan cara kita masing-masing.

Belum lama saya dan istri harus mengikuti rangkaian pengobatan dalam rangka mempunyai keturunan. Ada kala dimana pengobatan disuntikkan pada pukul 2 dini hari dan akhirnya kami memutuskan untuk stay di hotel terdekat. Kali ini kami memutuskan untuk stay di Mercure Hotel Cikini Jakarta.

Meskipun harus bolak balik hotel dan rumah sakit, tapi ada kebahagiaan ketika menjalaninya. Dari Mercure Hotel Cikini ini, kami dapat menikmati tahun baru dari kamar kami menyaksikan pesta kembang api menyambut tahun baru 2018. Dan dari kamar yang sama, kami dapat menikmati langit Jakarta yang begitu indah.

Selain itu, yang tak kalah menarik adalah menikmati pemandangan dari infinity pool yang terletak di rooftop Mercure Hotel Cikini. Hanya satu ungkapan “Luar Biasa” untuk mengungcapkan pemandangan dari rooftop tersebut.

Dan kebahagiaan tidaklah lengkap jika tidak dinikmati bersama orang terdekat kita misal keluarga dan teman. Karena merekalah kita selalu ada kekuatan disaat hidup menjadi sulit.

Berbahagialah saat kita masih menghirup nafas karena hidup cukup singkat. Selalu ada bahagia di dalam hidup selama ada ada harapan.

Tobak Korean Restaurant Jakarta

Annyeonghaseyo (안녕하세요) yang berarti Hello mengawali tulisan di tahun 2018 ini. Memang belum lama ini saya dan istri di satu malam kepingin buat makan makanan Korea. Mungkin karena sudah cukup lama sejak kami berdua pergi ke Korea di tahun 2015 maka kami pun kangen masakan Korea. So, setelah mencari-cari di internet resto Korea mana yang kali ini akan kami datangi, pilihan kami jatuh ke Tobak Korean Restaurant yang letaknya di Jalan Wolter Monginsidi no. 30, Kebayoran Baru, Jakarta.

Tobak Korean Resto sepertinya sudah menjadi salah satu pilihan resto tak hanya bagi warga Jakarta tapi juga beberapa orang yang berasal dari negara Korea yang bekerja atau sekedar sedang berada di Jakarta. Hal jni terbukti ketika saya berkesempatan untuk makan di Tobak Korean Resto, saya mendengar dari meja kanan dan kiri saya berbincang dalam bahasa Korea.

Makin penasaran karena Tobak menjadi pilihan warga asli Korea maka saya pun memesan menu Sam Gyeb Sal seharga IDR 190ribu yang berisi beberapa potongan daging babi yang enak ketika sudah selesai dimasak.

Selain itu, kali ini kami mencoba menu cukup unik berupa bihun berkuah dingin yang gurih dan diatasnya diberikan telur rebus. Menu yang dikenal dengan Chirk Neng Myun ini dikenakan biaya IDR 90ribu. Meskipun baru pertama kali makan bihun dengan kuah gurih yang dingin, tapi menurut saya cukup nikmat untuk dicicip karena paduan rasanya yang pas.

Hal yang cukup unik ketika makan di resto ini adalah jika kita memesan nasi putih maka nasi putih akan dihidangkan dengan sebuah sup gurih berisi sayuran yang enak. Menu ini disebut dengan Dol Sot Bab, dimana ketika itu karena saya juga tidak tahu sempat juga saya protes kalau saya tidak memesan menu ini. Eh ternyata baru tahu Dol Sot Bab seharga 32 ribu itu adalah nasi putih plus kuah yang boleh diminta berkali-kali untuk kuahnya.

Dan jadi hal yang unik pula kalau makan di Tobak Korean Resto maka aneka side dish semacam lalapan dihidangkan di awal dan memenuhi meja kita seperti makan di rumah makan Padang tapi kali ini kita boleh makan semuanya dan sudah diperhitungkan di total bill yang kita bayar. Adapun yang include di biaya yang kita bayar adalah minuman dingin berasal dari tape dan jahe dengan irisan jeruk.

Spumante Resto

Kangen masakan Italia, akhirnya berujung dengan mencoba makanan italia di resto yang lagi happening di Jakarta, tepatnya di Menteng. Spumante adalah salah satu resto yang menyajikan aneka makanan italia mulai dari Pizza sampai dengan Pasta dan juga berbagai side dish yang enak.

Spumante yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro #50, Menteng, Jakarta Pusat sangat mudah dijangkau apalagi bagi para pekerja kantoran di daerah Kuningan dan Sudirman Jakarta. Sedangkan untuk suasana resto Spumante sendiri cukup cozy dengan interior yang instagramable.

Kali ini saya memesan menu spesial Spumante Calzone Pizza, sebuah hidangan pizza berbentuk setengah lingkaran yang berisikan sosis daging dengan taburan keju dan jamur yang enak. Dan yang membuat tambah enak adalah keju mozarella yang lezat. Untuk sebuah Calzone Pizza yang lezat ini, kita dikenakan biaya IDR 65ribu

Menu lain yang saya pesan adalah Spicy Tuna Pasta seharga IDR 60ribu yang untuk rasanya cukup biasa saja dan pastanya agak liat ketika dimakan.

Untuk hidangan penutup kami memilih Mango Tango Fruitbowl seharga IDR 48ribu dimana potongan mangga dicampur dengan serutan kelapa dan buah naga yang rasanya segar dan rekomen untuk dicoba.

Dan akhirnya untuk minuman, tidaklah lengkap jika makan makanan italia tidak ditemani dengan bir. Kali ini saya mencoba rasa baru Bir Bintang Raddler rasa Orange seharga IDR 36ribu yang tak kalah enak dari pendahulunya Raddler rasa lemon.

One Fifteenth Coffee Gandaria – Jakarta

Kali ini saya dan istri nyobain (lagi) nyeduh kopi di One Fifteenth Coffee, Gandaria. Memang tempat ini selain tempatnya yang cozy, makanan dan kopinya memang enak. Dan seperti biasa pilihan saya adalah untuk mencicip manual brew coffee-nya dengan pilihan kali ini adalah Sumatra Dolok Sanggul.

Pilihan kopi di One Fifteenth memang cukup beragam mulai dari pilihan kopi dari berbagai daerah di Indonesia sampai biji kopi import. So, dengan banyaknya pilihan maka kita dapat memilih sesuai selera kita.

Kembali ke Kopi Dolok Sanggul yang saya pilih kali ini aroma coklatnya cukup kuat meskipun untuk rasa tetap asam kopi jenis Arabica terasa ketika meminum kopi yang disajikan dengan metode V60 dan dihargai IDR 60ribu.

Sedangkan seperti biasa istri memilih Ice White seharga IDR 45ribu. Untuk rasa, Ice White ini sebenernya adalah Flat White dingin jadi pas untuk dinikmati di siang hari yang panas.

Untuk pilihan makanan, kali ini ada makanan yang rekomen untuk dicoba yaitu Quiche Bacon yang emang enak banget. Lembut dan tasty di lidah untuk menu Quiche Bacon yang kami pilih dengan harga IDR 58ribu.

Satu lagi makanan yang kami pilih di brunch time adalah Banana Butter Cake seharga IDR 31.5ribu dengan rasa pisang yang cukup kuat. Menu ini pun rekomen dicoba dengan butter yang ditambahkan sebagai topping.

Overall, One Fifteenth Coffee Gandaria ini tempatnya lebih terasa lega (mungkin karena ceiling lebih tinggi) daripada One Fifteenth Coffee yang ada di Menteng. Namun, untuk sisi makanan boleh saya bilang kedua tempat One Fifteenth Coffee memang enak-enak.

Mie Keriting Luwes

Belakangan ini hujan sering melanda ibukota Jakarta dan membuat jalanan makin macet, begitu pula hari ini dimana hujan rintik rintik yang mengguyur jakarta menambah lengkap macet di jalanan Sudirman. Sebagai akibatnya, rencana yang tadinya akan ke Grand Indonesia mall untuk bersantap makan malam diurungkan karena saking macetnya jalanan menuju mal dari arah jalan Blora.

Berhubung sudah lapar maka saya dan istri memutuskan untuk mencari makan di tempat lain. Eh, teringat kalau di depan stasiun Sudirman ada tempat makan semacam foodcourt dimana salah satu stallnya adalah Mie Keriting Luwes.

Entah kenapa kok dinamain Mie Luwes yang pasti Mie ini sangat lezat. Kita bisa memilih Mie Ayam plus bakso / pangsit atau keduanya. Selain itu juga tersedia Mie Yamin yang lebih manis karena kecapnya lebih banyak.

Dengan paduan kuah yang gurih, Mie Keriting Luwes ini sangat rekomen buat pembaca yang kelaparan pas sampai di stasiun Sudirman. Sedangkan untuk harga, satu Mie Keriting Luwes dengan bakso / pangsit rebus dibadrol dengan harga sekitar IDR 24ribuan.

Namun, jika pembaca ternyata kurang suka menyantap Mie di tempat yang sama banyak berdiri stall makanan yang lain yang rasanya boleh dicoba untuk mengisi perut yang lapar jika kita berada di stasiun Sudirman

One Fifteenth Coffee Menteng

Sabtu, 18112017 ~ Hari ini berhubung ada keperluan di sekitar Menteng, saya dan istri sempetin buat nyobain yang namanya One Fifteenth Coffee yang terletak di Jl. Dr. Kusuma Atmaja 79, Jakarta. Sebenarnya One Fifteen Coffee ada di beberapa tempat seperti di daerah Gandaria, Jakarta Selatan dibelakang Gandaria City Mall dan juga dari internet saya baru tahu kalau One Fifteen Coffee juga ada di Bandara Soetta terminal 3.

So, untuk letak dari One Fifteenth Coffee Menteng ini tepatnya berada persis dibelakang Gedung Graha Mandiri (dulunya Gedung BBD). Bertempat di sebuah rumah lama One Fifteen Coffee Menteng berbagi tempat dengan resto fine dining (jadi jangan sampai salah masuk yak. Better buat tanya ke satpam atau petugas parkir yang ada). Di One Coffee Menteng, suasana siang hari ini ramai banget. Hal ini agak berbeda dengan One Fifteenth Coffee di Gandaria yang lebih kalem (kalem??? emang apaan? :p )

Tapi yang pasti rasa makanan dan kopinya memang rekomen untuk dicoba (sama dengan One Fifteen Coffee Gandaria yang sebelumnya saya pernah coba juga). Kali ini berhubung saya sampai di tempat ini jamnya nanggung (sekitar jam 2-3 siang) maka saya dan istri pesan side dish untuk makanan berupa kaya toast seharga IDR 37ribu dan Granola (yogurt + strawberry + taburan granola) seharga IDR 52ribu. Keduanya rasanya enak banget dan kudu dicoba. Untuk kaya toast, rotinya lembut dan selai kaya-nya gurih dan manisnya bercampur pas banget. Sedangkan untuk Granolanya pastinya sehat dan fresh serta tampilannya menarik hati (macam apaan aja yak menarik hati??? )

Untuk minuman, karena saya suka minum kopi (ya iyalah kalau ga suka kopi masa ke One Fifteen Coffee) maka saya mencoba single origin manual brew coffee (kali ini menyajikan kopi Java Taneuh Arum Manis) seharga IDR 36ribu dan istri saya mencoba Ice White seharga IDR 39ribu. Dan keduanya pun memang terasa banget kopinya jadi pas buat para pecinta kopi.

One Fifteenth Coffee buat saya adalah cafe yang cukup rekomen untuk didatangi. Namun, satu hal mungkin harus dicatat oleh manajemen One Fifteenth Coffee adalah tentang hospitality yang perlu ditingkatkan. Jangan karena kali ini saya memakai pakaian casual + sandal jepit sedangkan pengunjung lain memakai outfit pesta maka waktu saya melihat ada meja yang kosong , eh malah dibilang sudah full. Untung saya bersikeras dan akhirnya mendapat tempat duduk tersebut. But menurut saya overall cukup rekomen untuk berkunjung di One Fifteenth Coffee Menteng ini.

O ya, ini list menunya (in case pengen dilihat-lihat dulu menunya)