Mas Pur biasa lelaki empunya toko kopi Nggone Mbahmu, Klaten ini disapa oleh para pengunjung. Bermula dari kecintaannya terhadap kota Klaten dan kopi maka mas Pur mendirikan toko kopi ini pada 21 Juni 2017 ini. Belum lama memang tapi tempat ini sudah mencuri perhatian orang banyak terlebih ketika melihat akun instagram “nggonembahmu”. Tak hanya toko kopi yang oleh anak sekarang disebut instagramable tapi juga memang komitmen mas Pur yang mengusung konsep coffee roastery berhasil memikat banyak orang. Tak hanya para penikmat cafe tapi juga para pecinta kopi dimanjakan di tempat ini pastinya.

Aneka jenis biji kopi dari nusantara di jual di Nggone Mbahmu sebagai visi dari pemilik untuk mengangkat pamor kopi lokal nusantara tak hanya di dalam negeri tapi juga sampai ke luar negeri. Pembelinya pun tak hanya dari dalam negeri saja, kopi Nggonembahmu telah dinikmati oleh warga yang tinggal di luar negeri. Tak pelak rasanya visi mas Pur untuk mengangkat kopi Nggone Mbahmu sebagai salah satu oleh-oleh khas kota Klaten ini sudah di jalur yang pas.

Saya yang dulu tumbuh di kota Klaten ini tentu penasaran seperti apa sih toko kopi Nggone Mbahmu ini. Dan beruntung buat saya waktu berkunjung ke Nggonembahmu bisa ketemu ama ‘simbah’; sebutan lain dari mas Pur sejalan dengan nama tempatnya. Simbah akhirnya bercerita bagaimana awalnya toko kopi ini diberi nama Nggonembahmu. “Supaya kedengeran dekat aja”, katanya. Karena buat orang Indonesia apalagi suku Jawa kata “Nggonembahmu” memang terdengar familiar akan kerinduan untuk pulang ke rumah “embah” (bahasa: kakek/nenek). “Nggon” sendiri artinya barang/tempat yang dimiliki; jadi Nggonembahmu bisa diartikan milik kakek/nenek Anda.

Sedangkan untuk logo Nggonembahmu sendiri sebenarnya berasal dari aksara jawa “Ha” dimana menurut mas Pur nama kecil dari mas Pur juga mirip pelafalannya. Dan ternyata cukup pas dengan nama Nggone Mbahmu karena huruf “Ha” terlihat mirip dengan inisial N dan M.

Sejalan dengan nama dari tempat ini, mas Pur juga mengatakan sebisa mungkin pengunjung toko kopi ini memang datang untuk menikmati kopi bersama teman atau keluarga dan bukan hanya mencari wifi yang akhirnya cuek dengan teman/keluarga atau malah tidak menikmati kopi yang ada di Nggonembahmu.

Untuk harga kopinya sendiri berkisar dari Rp. 35ribu sampai dengan Rp. 50ribuan untuk sekantong biji kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin menyeduh kopi di tempat, beberapa olahan kopi ditawarkan dari harga Rp. 20ribu-Rp. 25ribu.

Untuk kali ini saya pun mencicip manual brew kopi asli Klaten yang berasal dari kopi yang dihasilkan warga di daerah Deles. Meskipun jenis kopinya adalah kopi Arabica tapi untuk kopi asli Klaten ini tidak terlalu asam dan juga tidak terlalu pahit. Selain saya mencicip kopi manual brew, saya pun mencoba menu yang diberi nama KoPaSus (Kopi Pake Susu) dimana olahan kopi yang ini lebih terasa taste susunya. Sedangkan menu cukup unik yang saya coba lagi adalah kopi KoKo (Kopi Korma) yang baru pertama kali jenis olahan kopi ini saya coba. Dengan potongan-potongan korma yang di blend dengan campuran kopi dan gula maka menu ini memang cukup unik dari sisi rasa.

Sepanjang saya menikmati olahan kopi ini, mas Pur dan keluarga berbincang hangat dengan pengunjungnya. Sungguh jadi pengalaman ngopi yang berbeda dapat berbincang hangat dengan pemilik toko kopi. Tidak hanya berbincang tentang kopi tapi juga tentang hal lain yang makin membuat kangen pengunjungnya untuk balik lagi.

Saya melihat Nggonembahmu adalah pencurahan kecintaan mas Pur dan keluarga atas kota Klaten, kopi nusantara dan juga hidup bermasyarakat yang diberikan Tuhan. Semoga Nggonembahmu terus sukses dan akhirnya berhasil mewujudkan visinya untuk mengangkat kopi nusantara untuk makin dikenal oleh warganya sendiri dan juga mengangkat pamor kota Klaten.

Toko Kopi “Nggone Mbahmu”

4 thoughts on “Toko Kopi “Nggone Mbahmu”

    • August 31, 2017 at 9:40 am
      Permalink

      Iya… lumayan lah makin beragam kafe di Klaten … hehe

      Reply
  • November 13, 2017 at 8:26 am
    Permalink

    Jadi pengin cobain deh klo plg ke klaten

    Reply
    • November 18, 2017 at 10:49 am
      Permalink

      betull kudu dicoba

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »