Sakura
Sakura

Beruntung bagi saya bisa mengunjungi negeri sakura, Jepang, di penghujung musim semi ketika saya masih dapat menikmati bunga sakura yang bermekaran di beberapa tempat. Sekaligus beruntung di penghujung musim semi ini udara di Jepang cukup sejuk cenderung dingin dimana membuat saya dan rombongan bisa menikmati perjalanan tanpa kepanasan di siang hari. Jepang dengan segala pesona alam dan bangunan bersejarah yang belum sempat dikunjungi untuk kunjungan selama seminggu. Pastinya saya akan kembali untuk lain kali untuk melihat pesona negara ini. Tapi berikut ini adalah itinerary selama 1 minggu yang mungkin bisa membantu pembaca jika ingin mengunjungi Jepang.

Hari 1 – Tokyo ke Osaka

Osaka Dotonburi
Osaka Dotonburi

Tiba di bandara Tokyo-Haneda sekitar jelang tengah hari maka setelah saya akhirnya menyewa wifi router karena sim card yang saya beli di Indonesia belum diaktifkan dan juga menukar bukti pembelian JR Pass di kounter yang ada di lantai 2 *saat ini* kami melanjutkan perjalanan menuju Osaka dengan menggunakan kereta.

Dengan berbekal JR Pass maka kami dengan bebas untuk naik Tokyo Monorail untuk menuju Hamamatsucho Station dan berpindah kereta JR ke Shinagawa untuk kemudian naik kereta Shinkansen menuju Osaka yang jaraknya sekitar 500km dan ditempuh dengan waktu 3 jam. Dan semuanya itu tidak ada tambahan biaya karena menggunakan JR Pass seharga IDR 3.5juta untuk 7 hari.

Sesampainya di Shin-Osaka Station maka kami berpindah lagi untuk menuju stasiun terdekat dengan penginapan kami selama 2 malam di Osaka. Berhubung hari sudah menjelang senja dan kami cukup dekil karena belum mandi maka kami memutuskan untuk mandi dan beristirahat sebelum malamnya kami keluar lagi untuk menikmati makan malam di Ganko Shushi, Dotonburi. Lebih lengkap ulasan mengenai Ganko Sushi silahkan membuka link rekan saya Rahma yang juga ikut ke Jepang disini (www.gadisrakus.wordpress.com)

Sekaligus malam itu kami menikmati keramaian jalanan Shinebisubashi dan Shinsaibashi yang penuh dengan toko-toko menjual aneka barang mulai kosmetik, sepatu, busana dan juga makanan ringan dan banya restoran yang ada di daerah itu. Memang sejatinya daerah Dotonburi sendiri adalah salah satu trademark kota Osaka.

Hari 2 – Osaka ke Nara

Nara
Nara

Hari kedua di Jepang, kami memutuskan untuk pergi menuju kota Nara yang menurut beberapa teman terkenal dengan pemandangan alam yang hijau dan alami. Berangkat dari Osaka tepatnya dari Tennoji Station menuju Nara Station membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sesampainya di Nara suasana kota kecil memang sudah langsung terasa. Berbeda dengan Osaka, kehidupan di Nara lebih santai. Di Nara Station, akhirnya kami membeli Nara City Tour Pass dimana dengan biaya 500 yen maka kami bisa bebas untuk menaiki bus tertentu yang mengantar kami keliling tempat wisata standard kota Nara.

Kami pun menaiki bus no. 2 yang mengantar kami ke tujuan pertama yaitu Konfukuji Temple. Di area Konfukuji ini kami bertemu pertama kali dengan pohon sakura yang masih mekar. Tentunya momen ini tidak kami lewatkan untuk mengambil foto di bawah pohon sakura tersebut.

Nara Sakura
Nara Sakura

Setelah menikmati Konfukuji Temple, kami pun bergegas untuk menuju Nara Park untuk mengunjungi kuil terkenal di kota Nara, Todaiji Temple. Kuil ini adalah salah satu trademark kota Nara yang sayang untuk dilewatkan.

Berhubung hari sudah menjelang pukul 12 siang maka kami memutuskan untuk mencari makanan lokal yang banyak dijual di beberapa kios disekitar Todaiji Temple. Dan kembali berhubung saya pergi ke Jepang kali ini dengan food blogger maka silahkan melihat ulasannya di alamat berikut untuk makanan yang ada di Nara (www.gadisrakus.wordpress.com)

Setelah makan siang maka kami pun memutuskan untuk segera kembali ke Osaka untuk mengunjungi landmark wajib kunjung kalau pertama ke Osaka yaitu Osaka Castle.

Osaka Castle
Osaka Castle

Kawasan wisata Osaka Castle sendiri cukup luas dan untuk sampai ke bangunan utama Osaka Castle membutuhkan jalan kaki sekitar 2 km dan jalanan dekat dengan bangunan Osaka Castle menanjak. Kita bisa juga masuk ke Osaka Castle Museum dengan tambahan biaya sekitar 600 yen. Namun, karena cukup ramai kala itu maka kami memutuskan untuk sekedar berfoto-foto di taman di depan bangunan Osaka Castle dan membeli Osaka Banana di kios yang letaknya tidak jauh dari Osaka Castle.

Dari Osaka Castle, kami kembali ke daerah Dotonburi untuk mencari makan malam yaitu resto Yoshinoya. Berbeda dengan Yoshinoya yang ada di Indonesia, resto Yoshinoya disana mempunyai menu yang berbeda dan lebih lengkap. Waktu itu saya mencoba menu Unagi. Dan rasanya enak banget. Unaginya lembut dan terasa fresh dengan bumbu manis ala Yoshinoya.

Hari 3 – Osaka ke Kyoto

Di hari ketiga, kami check out dari apartemen di Osaka untuk menuju ke Kyoto. Sesampainya di Kyoto berhubung masih belum bisa check-in di apartemen yang kami sewa di Kyoto maka kami pun menitipkan koper dan bawaan kami di loker-loker berbayar yang ada di Kyoto Station.

Setelah menitipkan barang bawaan maka kamipun menuju ke tempat tujuan pertama di Kyoto yaitu Fushimi Inari Taisha. Dengan naik kereta menuju Inari Station maka kami pun sampai di kawasan Fushimi Inari Temple. Dan karena sudah agak lapar maka kami pun mencari resto lokal disekitar kuil tersebut. Kembali dengan berbekal aplikasi di handphone, kami bisa menemukan resto yang enak disekitar Fushimi Inari Temple.

Fushimi Inari
Fushimi Inari

Fushimi Inari Temple sendiri terkenal dengan gerbang-gerbang yang berdiri berjajar berwarna jingga. Sudah tentu pasti Fushimi Inari Temple menjadi objek foto bagi para wisatawan yang datang kesini. Tak jarang kami harus mengantri untuk bergantian di satua tempat untuk mendapatkan background yang kami inginkan.

Komplek Fushimi Inari sebenarnya cukup luas, tapi karena kami mengejar tempat wisata berikutnya maka kami hanya sampai di tingkat kedua setelah melewati 2 jalur gerbang yang berjajar yang menjadi salah satu trademark Fushimi Inari Temple.

Tujuan wisata kami berikutnya adalah Kiyomizudera Temple yang berjarak 3 stasiun dari Inari Station. Untuk mencapai Kiyomizudera Temple maka kita harus berjalan 2 km dari stasiun terdekat dari Kiyomizudera Temple yaitu Kiyomizu-Gojo Station.

Kiyomizudera
Kiyomizudera

Kembali untuk menuju Kiyomizudera kita butuh jalan jauh sekitar 3 km dan menanjak untuk sampai di area kuil Kiyomizudera. Namun pemandangan di atas sangatlah luar biasa terlebih jika musim gugur atau dingin yang bersalju maka pemandangan di Kiyomizudera akan bagus sekali.

Sekembalinya dari Kiyomizudera waktu telah menunjukkan pukul 6 malam dan kami pun ingin mengunjungi satu tempat lagi yaitu Gion dimana kita bisa melihat Geisha bersliweran keluar masuk resto mahal disekitar jalanan Hanamikoji Dori. Untuk menuju Gion sebenarnya cukup mudah, dari stasiun Kiyomizu-Gojo kita tinggal 1 stasiun lagi yaitu Gion-Shijo Station.

Gion
Gion

Hari 4 – Kyoto ke Tokyo

Di pagi berikutnya, kami bangun pagi untuk menuju Kyoto Station untuk memesan tiket Shinkansen ke Tokyo di sore hari dan menitipkan koper karena kami masih akan berkeliling Kyoto di hari keempat. Setelah menitip barang di coin locker maka kami beranjak menuju ke perhentian wisata berikutnya yaitu Kinkakuji Temple yang terkenal juga dengan Golden Pavilionnya.

Kinkakuji Temple yang juga dikenal dengan sebutan Rokuon-ji Temple ini dulunya adalah sebuah villa peristirahatan yang diberi nama Kitayama-den. Setelah pemilik awalnya meninggal maka sesuai keinginan sang pemilik villa maka tempat ini dijadikan kuil ibadah.

Area kuil ini cukup luas dan untuk masuk ke dalam tidak terlalu jauh tidak seperti Kiyomizudera Temple atau Fushimi Inari Temple.

Kinkakuji Temple
Kinkakuji Temple

Kami pun berkeliling menikmati hijaunya area Kinkakuji Temple sebelum akhirnya kembali ke pusat kota untuk mengunjungi Nishiki Market di dekat Gion. Di Nishiki Market kami berbelanja beberapa oleh-oleh seperti Kit Kat yang memang terkenal dari Jepang dan beberapa souvenir dan makanan ringan khas Jepang lainnya.

Tak sadar waktu telah jelang sore dimana kami harus menuju ke Tokyo menggunakan Shinkansen. Kami pun bergegas mengejar waktu dan takut telat untuk naik kereta Shinkansen. Maklum kereta di Jepang hampir tidak pernah terlambat untuk jam kedatangan dan jam keberangkatannya. Beruntung kami pun tidak terlambat untuk naik kereta Shinkansen dari Kyoto ke Tokyo malam itu.

Hari 5 sampai 7 – Menikmati Keramaian Tokyo

Mulai dari hari ke 5 sampai 7, kami berada di Tokyo, ibukota negara Jepang. Ramai, hectic dan dinamis rasanya kata-kata yang pas untuk menggambarkan kota Tokyo. Di pagi hari warga kota berbaris rapi untuk mengantri masuk ke kereta untuk berangkat bekerja dan ketika waktu pulang kerja, kereta menjadi penuh dijejali orang-orang yang ingin pulang ke rumah.

Selama di Tokyo, kami menikmati suasana kota seperti daerah Shibuya yang ramai dengan pusat belanja dan perkantoran, Harajuku yang terkenal dengan gaya anak muda yang cenderung makin ‘nyleneh’ dianggap makin keren dan Ginza yang terkenal dengan image glamour.

Harajuku Style
Harajuku Style
Harajuku Shop
Harajuku Shop

Namun, kami juga berkesempatan menikmati hijaunya kota Tokyo dengan berkunjung ke Showa Kinen Park dimana digelar festival bunga kala itu.

Showa Kinen Park Tokyo
Showa Kinen Park Tokyo

Dari sekian tempat yang kami kunjungi, Jepang masih menyimpan pesona alam dan bangunan serta sejarah yang belum kami lihat. Mungkin nanti suatu hari kami akan kembali ke Jepang untuk menikmati keindahan alam negara ini.

Trip Jepang – Itinerary Jepang

6 thoughts on “Trip Jepang – Itinerary Jepang

    • May 6, 2016 at 10:53 pm
      Permalink

      Ahahahaha… Sebut tiga kali dateng lewat tipi ga? Hehehe

      Reply
  • May 7, 2016 at 6:30 am
    Permalink

    Artikelnya lengkap, rinci dan sangat berguna informasinya. Thanks, Ndre… Also, I couldn’t thank u enough for being such a great tour leader!! ^_^

    Reply
    • May 7, 2016 at 6:41 am
      Permalink

      Hehe… Thanks mba Grace… Seneng juga bisa jalan bareng bareng… 🙂

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »