Penglipuran Bangli
Penglipuran Bangli

Seberapa seringkah pembaca mendengar kabupaten Bangli di Bali? Mungkin belakangan menjadi lebih sering disebut orang karena bertambah lagi satu tempat wisata di kabupaten Bangli ini. Desa adat Penglipuran adalah salah satu destinasi baru di kabupaten Bangli terlebih setelah viral di sosial media dan media lain dimana desa adat ini dinobatkan menjadi salah satu desa paling bersih di dunia. Untuk mengobati rasa penasaran maka akhirnya saya pun berkesempatan mendatangi desa adat Penglipuran.

Dengan membayar biaya per orang sebesar IDR 15 ribu plus tambahan biaya masuk untuk mobil, saya sampai di gapura desa adat ini. Berbeda dengan desa kebanyakan maka begitu memasuki gapura utama desa maka kita akan berada di lapangan parkir mobil dan motor dimana sesuai aturan desa tersebut maka motor dan mobil hanya dapat masuk sampai di lapangan parkir tersebut dan warga pun harus berjalan kaki untuk menuju rumah mereka masing-masing.

Cukup aneh memang kenapa harus parkir dilapangan parkir yang disediakan dan berjalan kaki untuk menuju rumah. Pertama saya berpikir desa adat ini cukup sempit jalannya sehingga mobil tidak boleh masuk atau mungkin desa ini banyak gang sehingga tidak mudah untuk mengendarai motor terlebih lagi mobil. Tapi ternyata tidak kok jalanan utama desa adat ini cukup lebar dapat dilalui oleh 10 orang berjalan berjajar. Lalu kenapa aturan desa melarang untuk mobil masuk ke jalan utama desa? Ternyata aturan itu untuk menjaga kebersihan di dalam kawasan desa sekaligus menghindari polusi.

Life at Penglipuran
Life at Penglipuran

Desa Penglipuran sendiri terletak di tanah yang berundak-undak dimana di bagian atas terletak pura utama yang dipakai warga desa untuk beribadah. Dan ada juga sebuah hutan bambu di dekat pura yang memang menurut saya benar-benar hutan karena saking lebatnya pohon bambu yang tumbuh di tempat ini.

Deretan rumah-rumah adat yang masih terawat dengan baik berjajar rapi dengan taman bunga dan aneka tumbuhan di depan masing-masing rumah di desa Penglipuran. Sempat juga berpikir apakah cukup banyak fasilitas di desa ini misal jika kita lapar ataupun apakah ada yang kita bisa lakukan di desa adat Penglipuran selain melihat bersihnya desa ini? Ternyata cukup kreatif warga desa untuk menjadikan setiap rumah sebagai salah satu daya tarik wisata dan juga digunakan untuk menjual berbagai souvenir. Melewati beberapa rumah di desa Penglipuran maka kita akan ditawarkan untuk masuk ke dalam rumah dimana warga menginformasikan rumah miliknya masih asli bentuk dan bahan yang dipakai untuk membangun rumah masih tradisional dengan menggunakan kayu.

Cultural Village Penglipuran Bangli
Cultural Village Penglipuran Bangli
Bamboo Forest Near Penglipuran
Bamboo Forest Near Penglipuran

Konon waktu yang tepat jika ingin menikmati desa adat Penglipuran adalah jika ada perayaan agama Hindu yang cukup besar semisal Kuningan atau Galungan dimana desa ini akan mempercantik diri dengan memasang berbagai hiasan di sepanjang jalanan utama desa.

Wisata di Kintamani

Kintamani sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali. Terletak di ketinggian yang membuat udara di Kintamani sejuk cenderung dingin, kita dapat menikmati pemandangan luar biasa indah dari Gunung Batur beserta danau yang cukup luas. Terlebih lagi ada pemakaman Trunyan *yang sampai sekarang saya belum pernah kesana dan juga sumber air panas yang terletak di kaki gunung Batur.

Kintamani

Kintamani yang terletak tidak jauh dari desa Penglipuran dapat kita nikmati sejalan setelah mengunjungi desa adat Penglipuran. Ada banyak tempat makan disepanjang jalan raya di Kintamani yang tidak hanya menyajikan makanan yang lezat tapi juga pemandangan yang indah. Beberapa rumah makan bahkan menjual makanan dengan konsep all you can eat. Menjadi pembelajaran buat saya ternyata untuk harga all you can eat resto yang berada di Kintamani ini bisa berubah. Seperti ketika saya mengunjungi satu resto, pertama orang marketing resto ini menawarkan harga IDR 100ribu per orang. Karena merasa cukup mahal kami memutuskan tidak jadi makan disitu. Di pintu keluar tiba-tiba saya ditawari harga baru sebesar IDR 60 ribu untuk menu all you can eat. Beruntung kami mendapatkan pemandangan yang sangat indah sambil kami menyantap makan siang waktu itu.

Gunung Batur
Gunung Batur
Wisata Bali di Bangli
Tagged on:                         

4 thoughts on “Wisata Bali di Bangli

    • March 12, 2017 at 12:07 am
      Permalink

      Makanan Indonesia gt mulai dari sate lilit lalu ada bakmi goreng dan beberap masakan indonesia lainnya.

      Reply
  • March 27, 2017 at 1:02 am
    Permalink

    Desa Penglipuran ini bisa banget dijadiin contoh desa wisata yang sukses di Indonesia. Bersih dan teratur pula 🙂

    Reply
    • March 27, 2017 at 1:54 am
      Permalink

      Iya harunya bisa jadi percontohan

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »