Kingsley - Batagor
Kingsley – Batagor

Dolan ke Bandung pastinya ga bisa lepas dari yang namanya kuliner. Dari mulai cemilan sampai dengan makan besar ada banyak yang jadi rekomendasi untuk segera disantap ketika menginjakkan kaki di kota ini. Nah, kali ini jadi rekor tersendiri karena dalam satu hari saya menyempatkan makan sebanyak… 8x *ya benar delapan kali… hehehe. Kebanyakan memang tapi ga nyesel pastinya. Mulai dari cemilan macam roti jadul dari jaman penjajahan Belanda lalu berlanjut ke makanan khas seperti batagor dan akhirnya makan ala-ala cafe yang pastinya tidak hanya menikmati makanan tapi juga pemandangan. Dan kali ini ditutup makan di tengah malam yaitu makan perkedel. Let’s go…

Toko Roti “Sumber Hidangan”

Perjalanan ke Bandung kali ini dimulai dengan mengunjungi Jalan Braga yang terkenal menjadi spot dengan warna kota tua ala Bandung. Di jalan Braga sendiri sebenarnya banyak makanan yang bisa dicicip, tapi dikarenakan waktu dan tampungan perut yang tidak cukup besar *tidak cukup besar tapi makan ampe 8 kali… hehe… maka kami hanya mengunjungi 2 tempat makan yang mana salah satunya toko roti Sumber Hidangan ini.

Sumber Hidangan
Sumber Hidangan
Sumber Hidangan - Roti
Sumber Hidangan – Roti

Di toko roti ini kita dapat menemukan berbagai hidangan roti jaman penjajahan Belanda yang masih dibuat dengan cara lama sehingga cita rasanya memang otentik. Berbagai nama roti yang tak jarang susah dalam pengucapan tersedia disini. Di resto ini juga menyediakan tempat jika kita ingin bersantai sambil menyantap roti di tempat. Selain itu, terdapat menu ice cream yang dapat juga kita pesan.

Braga Permai Resto

Masih dari jalan Braga, kami pun mengunjungi resto konon lama *karena udah renovasi* yaitu Braga Permai Resto. Letaknya tidak jauh dari toko roti Sumber Hidangan dan dapat ditempuh dengan jalan kaki.

Di resto Braga Permai ini dihidangkan berbagai jenis makanan dari mulai makanan dari negara Barat dan juga makanan ala Indonesia yang rasanya sedap di lidah. Sedangkan dari sisi tata ruang, resto ini lebih terlihat seperti resto fine dining karena bersih dan cukup terasa mewah. Untuk sisi harga sendiri, menurut saya cukup terjangkau.

Di malam hari biasanya di resto ini ada live music yang siap membuat makan malam kita semakin nyaman.

Braga Permai
Braga Permai
Braga Permai - Nasi Goreng
Braga Permai – Nasi Goreng

Batagor Kingsley

Puas berjalan-jalan di jalanan Braga yang semakin ramai dipadati kendaraan dan pengunjung maka saya dan rombongan memutuskan untuk ke hotel yang letaknya tidak terlalu jauh untuk check-in dan menaruh barang bawaan dan lanjut lagi untuk makan batagor yang terkenal di seantero Bandung yaitu Batagor Kingsley. Dan tanpa panjang lebar kami memesan 1 batagor dan 1 siomay serta minuman untuk masing-masing dari kami. Dan pastinya rasa batagor Kingsley memang tidak terkalahkan… enak bangeett…

Kingsley - Batagor
Kingsley – Batagor
Kingsley - Siomay
Kingsley – Siomay

Resto Lisung – Dago Pakar

Berlanjut untuk jelang makan malam, saat itu kami memutuskan untuk mencari tempat makan ke arah Dago Pakar dimana memang direncanakan untuk lanjut ke cafe yang banyak terletak di kawasan Dago Pakar. Setelah mencari tahu di internet maka pilihan kami jatuhkan pada sebuah resto yang bernama Lisung. Letak resto yang berada di ketinggian maka membuat kami dapat menikmati pemandangan malam kota Bandung yang sangat indah. Untuk menu makanan sendiri yang tersedia di resto ini cukup beragam dari menu Barat sampai menu Indonesia *awalnya dengan nama resto yang terasa sangat Indonesia, saya pikir resto ini hanya jual makanan Indonesia.

Lisung - View Bandung
Lisung – View Bandung
Lisung - Inside
Lisung – Inside
Lisung - Ayam
Lisung – Ayam
Lisung - Rissoto
Lisung – Rissoto

Congo Cafe and Resto

Seperti rencana kami, setelah kami menikmati makan malam maka kami berlanjut untuk hunting cafe dengan suasana enak dan yang pasti makanan yang sedap. Setelah cukup lama mencari dari banyak pilihan yang ada di internet dengan berbagai macam rekomendasi maka kami kali ini mencoba sebuah cafe bernama Congo. Letaknya cukup tersembunyi namun berada di sebuah kawasan dimana beberapa cafe ada di situ. Memasuki cafe Congo ini cukup unik karena kita akan ketemu sebuah gerbang besar dan tinggi seperti kita memasuki dunia Jurrasic Park.

Congo sendiri sebenarnya gabungan antara cafe dan resto. Dengan dua buah bangunan yang ada di dalamnya maka kita bisa memilih mau menikmati makanan dengan suasana lounge atau benar-benar seperti suasana resto. Meskipun tidak ada pemandangan view kota yang dapat dilihat dari tempat ini namun suasana Congo cafe and resto ini memang sangat cozy dengan hidangan yang rasa yang enak banget. Patut dicoba menurut saya ketika berada di Bandung.

Congo - Dinner
Congo – Dinner
Congo - Inside
Congo – Inside
Congo - Lampu
Congo – Lampu
Congo - Pohon Natal
Congo – Pohon Natal
Congo Cafe and Resto
Congo Cafe and Resto

Perkedel Bondon

Pada perjalanan kali ini, kami memang berencana menjemput teman kami yang baru sampai di Bandung sekitar tengah malam. So, karena kali ini motivasinya memang cari makan maka teman kami merekomendasikan sebuah tempat makan yang terkenal buka di tengah malam. Dengan berbekal “wejangan” untuk me-manage ekspektasi lokasi tempat makan ini *kata teman kami jangan kaget untuk tempatnya karena terletak di terminal yang jalanannya becek ketika hujan, kami pun melaju menuju ke tempat makan yang diberi nama Perkedel Bondon. *Bondon sendiri adalah bahasa lokal yang berarti wanita nakal… Namun, begitu sampai di lokasi ke kawatiran kami hilang karena cukup banyak orang yang kala itu mengantri untuk membeli perkedel ini. Ada sekitar 30 orang yang mengantri kira-kira saat saya melihat jam tangan yang menunjukan waktu jam 1 pagi. *cukup mengherankan dan bikin penasaran seperti apa perkedel Bondon ini…

Dan setelah membeli dan memakannya ternyata rasanya ….. cukup biasa… seperti perkedel lainnya yang memang enak dimakan ketika masih panas…hehe… Untuk sisi harga perkedel ini 1 bijinya dijual dengan harga Rp. 1 ribu. Sebenarnya perkedel Bondon adalah salah satu tempat makan tengah malam terkenal di kota Bandung. Ada beberapa nama tempat makan lagi yang memang buka sampai subuh.

Perkedel Bondon Bandung
Perkedel Bondon Bandung
Perkedel Bondon
Perkedel Bondon

Lengkap sudah pengalaman kali ini untuk menikmati kuliner di kota Bandung. 8 tempat dalam 1 hari cukup membuat badan ini naik 2 kg… hahaha…

Wisata Kuliner di Bandung

8 thoughts on “Wisata Kuliner di Bandung

  • January 25, 2016 at 1:50 pm
    Permalink

    Waduh. Batagornya.. Lisung.. Kongo.. Bikin kangen masa-masa sekolah dan kuliah. Makan enak, nongkrong santai, tanpa ada beban pikiran soal kerjaan 🙂

    Reply
    • January 25, 2016 at 1:56 pm
      Permalink

      Hehehe.. Betul masa sekolah paling enak ga mikir kerjaan … Hehe

      Reply
    • February 6, 2016 at 2:18 am
      Permalink

      yup batagornya ngangenin…hehe

      Reply
    • February 6, 2016 at 2:19 am
      Permalink

      pasting… 🙂 makasi sudah berkunjung ke web saya

      Reply
    • January 9, 2017 at 4:12 pm
      Permalink

      Sip… nti kapan kapan dicoba ya

      Reply

Leave Your Commentary

Translate »